- 1. Gorengan
- 2. Biskuit dan kue kering kemasan
- 3. Roti panggang dan roti kecokelatan
- 4. Kopi
- 5. Sereal sarapan kemasan
Jakarta, CNBC Indonesia - Kanker merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia.
Risiko kanker dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, gaya hidup, hingga pola makan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat meningkatkan risiko kanker karena mengandung akrilamida, yaitu zat kimia yang dapat terbentuk selama proses pengolahan makanan.
Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida dapat terbentuk dalam makanan ketika dimasak pada suhu tinggi, seperti melalui proses menggoreng, memanggang, atau membakar.
Zat ini terutama ditemukan pada makanan nabati yang kaya pati, khususnya ketika dimasak pada suhu di atas 120 derajat Celsius. Akrilamida terbentuk melalui reaksi kimia selama proses pemanasan, terutama ketika makanan berubah warna menjadi kecokelatan.
Meski penelitian mengenai dampaknya terhadap kesehatan manusia masih terus berlangsung, akrilamida telah dikategorikan sebagai zat yang berpotensi menyebabkan kanker pada manusia. Karena itu, sejumlah lembaga kesehatan menyarankan masyarakat untuk membatasi paparan zat tersebut melalui makanan.
Lantas, apa saja makanan yang berpotensi mengandung akrilamida dan perlu diperhatikan konsumsinya? Berikut daftarnya, seperti dilansir dari Times of India.
1. GorenganGorengan, keripik kentang, kentang goreng, dan makanan ringan lainnya yang digoreng merupakan salah satu penyebab terbesar. Akrilamida terbentuk ketika gula alami dalam kentang bereaksi dengan asam amino pada suhu tinggi.
Semakin lama dan semakin gelap penggorengan atau pemanggangan, maka semakin tinggi kandungannya. Menurut studi keamanan pangan, kadar akrilamida dalam keripik kentang dapat berkisar antara 300 hingga lebih dari 2000 µg/kg, sedangkan kentang goreng dapat berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.
Merebus atau menggoreng dengan udara, dan menghindari proses penggorengan yang berlebihan, dapat membantu menurunkan angka tersebut.
2. Biskuit dan kue kering kemasanBiskuit dan kue kering ini sering dipanggang pada suhu tinggi dan dapat mengandung tidak hanya akrilamida tetapi juga bahan pengawet tambahan dan gula rafinasi. Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam biskuit dapat berkisar antara 160 hingga 1000 µg/kg, tergantung pada bahan dan metode pemanggangan.
Jika Anda menyukai camilan saat minum teh, pertimbangkan versi yang dipanggang sebentar atau buatan sendiri yang menggunakan tepung gandum utuh dan lebih sedikit gula.
3. Roti panggang dan roti kecokelatanSemakin gelap warna roti panggang, semakin banyak akrilamida yang mungkin ada di dalamnya. Warna cokelat tua itu menandakan pemasakan dengan suhu tinggi, yang meningkatkan pembentukan zat kimia tersebut. Pemanggangan yang lebih terang secara signifikan menurunkan risikonya.
Kadar akrilamida dalam roti panggang dapat berkisar antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan roti panggang yang lebih gelap cenderung lebih tinggi. Roti gandum utuh atau multigrain, yang dipanggang dengan lembut, adalah pilihan yang lebih aman dan lebih sehat.
4. KopiAkrilamida terbentuk selama pemanggangan biji kopi, terutama pada tahap awal. Kopi sangrai ringan hingga sedang sering kali memiliki lebih sedikit akrilamida dibandingkan kopi sangrai gelap.
Menurut data yang dipublikasikan, kopi seduh dapat mengandung 5 hingga 20 µg/L, sedangkan kopi instan dapat mengandung 100 hingga 400 µg/kg dalam bentuk bubuk.
5. Sereal sarapan kemasanSereal sering dipanggang dengan suhu tinggi. Proses ini menghasilkan akrilamida, terutama pada sereal yang kaya gula dan berwarna kecokelatan.
Penelitian menunjukkan kadar akrilamida dalam produk ini berkisar antara 150 hingga 1200 µg/kg, tergantung pada merek dan cara pengolahannya. Memilih biji-bijian yang dimasak secara tradisional seperti oat, poha, atau daliya dapat menjadi pilihan yang lebih cerdas dan aman.
(hsy/hsy)




