JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan Informasi Tinggi Gelombang untuk seluruh wilayah perairan Indonesia yang berlaku mulai Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu, 1 November 2026.
Informasi ini diterbitkan BMKG sebagai panduan keselamatan navigasi bagi para pengguna jasa kelautan, pelaut, nelayan, serta masyarakat pesisir.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer dan laut terkini, BMKG mendeteksi adanya peluang peningkatan tinggi gelombang laut kategori sedang (1,25 meter hingga 2,5 meter) di sejumlah perairan strategis Indonesia, terutama perairan sebelah barat Sumatera, selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, Laut Natuna Utara, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai kondisi sinoptik pola angin, perincian wilayah perairan yang berpotensi diterjang gelombang tinggi, serta rekomendasi saran keselamatan pelayaran resmi dari BMKG.
Baca Juga: Cuaca DKI Jakarta Hari Ini Kamis 29 Oktober 2026: Ancaman Hujan Petir Mengintai Sebagian Wilayah
Analisis Kondisi Sinoptik dan Pola Angin NasionalBerdasarkan peringatan dini di laman bmkg.go.id, sistem pergerakan angin dan perbedaan tekanan udara di wilayah Indonesia menjadi faktor utama pemicu gelombang laut di berbagai perairan.
Dalam peta prakiraan cuaca maritim BMKG, analisis sinoptik menunjukkan pola pergerakan angin yang terbagi di dua belahan wilayah:
Di wilayah Indonesia bagian utara, pola angin pada umumnya bergerak dari arah Barat Laut hingga Timur Laut. Kecepatan angin di kawasan utara terpantau berkisar antara 4 hingga 20 knot.
Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, pola angin secara umum bergerak dari arah Timur hingga Tenggara. Hembusan angin di bagian selatan tercatat lebih kencang, yaitu berkisar antara 8 hingga 25 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi di wilayah Indonesia terpantau terjadi di perairan Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.
Hembusan angin berkecepatan tinggi yang bertiup secara konsisten di atas permukaan laut tersebut memicu pembentukan gelombang laut sedang yang perlu diwaspadai oleh armada pelayaran skala kecil hingga menengah.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat 29 Oktober-4 November 2026, BMKG: Waspadai Hujan Lebat dan Petir
Perairan Berpotensi Gelombang Tinggi (1,25–2,5 Meter)Berdasarkan pemetaan bahaya maritim BMKG, tinggi gelombang pada kategori Sedang (1,25 meter hingga 2,5 meter) berpeluang terjadi di beberapa titik perairan Indonesia, meliputi:
1. Perairan Barat Sumatera dan Perairan Utara
- Selat Malaka bagian utara
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Laut Natuna Utara
2. Perairan Selatan Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Laut Bali
3. Perairan Indonesia Bagian Tengah dan Timur
- Selat Makassar bagian tengah
- Selat Makassar bagian selatan
- Laut Maluku
- Samudra Pasifik utara Maluku
- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
- Samudra Pasifik utara Papua Barat
- Samudra Pasifik utara Papua
Imbauan dan Saran Keselamatan Pelayaran
Mengingat kondisi gelombang laut sedang dapat mengancam keselamatan aktivitas pelayaran, BMKG mengeluarkan imbauan khusus bagi para pemangku kepentingan di bidang maritim, nakhoda, serta para nelayan tradisional.
Masyarakat dan para pelaku transportasi laut diimbau untuk memperhatikan risiko keselamatan sesuai jenis armada kapal:
- Perahu Nelayan: Berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Para nelayan tradisional diimbau tidak memaksakan diri melaut jika kondisi perairan berada pada ambang batas tersebut.
- Kapal Tongkang: Berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Operator kapal angkutan barang atau tongkang diminta meningkatkan kehati-hatian saat melintasi alur perairan terbuka.
BMKG juga mengingatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar pesisir pantai agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan selalu memperbarui informasi cuaca maritim resmi dari BMKG melalui kanal resmi atau aplikasi Info BMKG.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- peringatan dini
- bmkg
- tinggi gelombang





