PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyiapkan dana eksplorasi sebesar USD11,4 juta pada 2027 untuk mengembangkan Tambang Emas Pani.
IDXChannel - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menyiapkan dana eksplorasi sebesar USD11,4 juta atau Rp205,2 miliar pada 2027 untuk mengembangkan potensi sumber daya mineral di Tambang Emas Pani, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Langkah ini menyusul hasil pengeboran yang menunjukkan keberadaan mineralisasi emas di sejumlah area eksplorasi.
Hasil eksplorasi tersebut mencakup tiga area, yakni Pani Deep, Pani Gap Area, dan Kolokoa. Temuan ini menambah data geologi di sekitar deposit Pani sekaligus membuka peluang perluasan mineralisasi emas dan penambahan sumber daya mineral pada masa mendatang.
Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin mengatakan, hasil pengeboran memperkuat keyakinan perseroan terhadap potensi mineralisasi emas di kawasan Pani. Menurut dia, mineralisasi masih ditemukan di luar sebagian batas model sumber daya saat ini, sementara sejumlah area lain juga membuka peluang eksplorasi tambahan.
"Hasil pengeboran ini semakin memperkuat keyakinan kami terhadap potensi sistem mineralisasi Pani secara lebih luas. Kami akan menguji potensi tersebut secara sistematis melalui pengeboran lanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat basis sumber daya mineral dan mendukung pertumbuhan jangka panjang EMAS," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Di area Pani Deep, pengeboran menemukan mineralisasi emas yang signifikan, baik di dalam maupun di bawah area sumber daya mineral yang telah ditetapkan. Salah satu hasil pengeboran menunjukkan interval mineralisasi sepanjang 193 meter dengan kadar rata-rata 0,94 gram emas per ton, termasuk interval sepanjang 124,9 meter dengan kadar rata-rata 1,31 gram per ton. Lubang bor lainnya juga menemukan mineralisasi sekitar 65 meter di bawah batas sumber daya mineral saat ini.
Sementara itu, pengeboran di Pani Gap Area, yang terletak di sebelah selatan deposit utama Pani, menemukan zona mineralisasi emas yang luas dan relatif dekat permukaan. Sistem mineralisasi di area tersebut masih terbuka ke arah barat daya sehingga berpotensi menjadi sasaran pengeboran lanjutan.
Di Kolokoa, pengeboran tahap kedua kembali menemukan mineralisasi emas di dalam maupun di luar sumber daya mineral awal yang diumumkan pada Juni 2026. Pengeboran berikutnya akan difokuskan untuk menentukan sebaran dan kesinambungan mineralisasi sebagai dasar pembaruan estimasi sumber daya mineral Kolokoa.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, EMAS mengalokasikan belanja modal untuk membiayai pengeboran sepanjang 50.000 meter di Pani dan sejumlah target eksplorasi di sekitarnya, dengan fokus pada pengembangan sumber daya mineral dan pengujian potensi perluasan mineralisasi.
Boyke menegaskan, hasil pengeboran terbaru masih merupakan temuan eksplorasi dan belum dapat dikategorikan sebagai estimasi sumber daya mineral maupun cadangan bijih baru. Pengeboran tambahan dan evaluasi teknis lebih lanjut diperlukan sebelum potensi mineralisasi di luar model sumber daya saat ini dapat dimasukkan ke dalam estimasi sumber daya mineral pada masa mendatang.
(Rahmat Fiansyah)





