PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) optimistis dapat mencatatkan performa pengiriman kendaraan ke luar negeri yang lebih tinggi sepanjang tahun ini. Kinerja ekspor menjadi tumpuan utama perusahaan di tengah dinamika pasar kendaraan domestik.
Pabrikan menyampaikannya setelah pertemuan dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Sarmuji di Jakarta. Strategi ekspansi pasar terus dilakukan dengan menambah volume, keberagaman varian model, serta perluasan destinasi negara tujuan.
Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto menyatakan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kontribusi ekspor manufaktur bagi perekonomian dan industri otomotif nasional.
"Kami menyampaikan perkembangan produksi maupun ekspor yang tahun ini meningkat, dan kami akan terus berusaha meningkatkan ekspor baik dari sisi tadi disampaikan Pak Menteri, dari sisi jumlah, model, maupun negara tujuan," kata Nandi, Selasa (27/10).
Nandi menyoroti kinerja penyerapan mobil baru di pasar domestik yang tengah menghadapi sejumlah tantangan. Jalur ekspor menjadi alternatif agar aktivitas produksi dan keberlangsungan ekosistem manufaktur tetap berjalan.
"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli masyarakat sehingga pembelian mobil baru meningkat, karena sekarang pasar sedang bergeser kepada used car. Nanti bentuk stimulusnya seperti apa, perlu diskusi lebih lanjut," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menperin Sarmuji meminta Toyota Indonesia lebih intens membidik pasar negara tetangga seperti Australia. Ia menilai, belum banyak kendaraan buatan Indonesia yang beredar di Negeri Kangguru tersebut.
"Padahal kita lebih dekat dan punya perjanjian kerja sama. Seharusnya dari sisi harga pembiayaan kita bisa lebih kompetitif. Hanya saja disinggung Australia banyak mengambil jenis double cabin, maka kita sarankan kenapa double cabin tidak diproduksi di Indonesia saja? Kalau ada keperluan untuk memperbaiki ekosistem mobil double cabin, bisa kita lakukan," ungkap Sarmuji.
Ekspor mobil buatan Indonesia turun, Toyota justru tumbuh 2,5 persenLaporan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, total ekspor kendaraan dalam keadaan utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Januari hingga September kemarin mencapai 371.260 unit.
Hasil itu turun 2,7 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang catatkan 381.644 unit. Secara bulanan juga turun 22,7 persen dari sebelumnya 43.825 unit pada Agustus menjadi 33.888 unit selama September.
Cerita berbeda bagi Toyota Indonesia yang justru merasakan pertumbuhan sebesar 2,5 persen antara periode Januari-September 2025 yang kirimkan 218.162 unit menjadi 223.696 unit pada jangka waktu serupa tahun ini.
Toyota menyumbang sekitar 60,2 persen terhadap total ekspor kendaraan utuh buatan Indonesia. Hasil tersebut juga menguatkan posisi perusahaan sebagai salah satu eksportir manufaktur terbesar di Indonesia.
Sejak melakukan pengkapalan mobil pertamanya pada 1987 silam, Toyota Indonesia telah mengirim 3.375.490 unit CBU hingga September 2026. Terdapat lebih dari 100 negara tujuan di kawasan Asia, Amerika, Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Oseania.





