Mexico City (ANTARA) - Sekitar 2,6 juta penduduk Kuba kesulitan mengakses air minum akibat pemadaman listrik yang disebabkan kelangkaan bahan bakar, kata Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez Parrilla pada Rabu (28/10).
"Sekitar 85 persen sistem pompa air minum di Kuba bergantung pada listrik; 2,6 juta orang menghadapi masalah untuk memperoleh air minum," kata Parrilla dalam pertemuan Majelis Umum PBB menjelang pemungutan suara resolusi yang mendesak diakhirinya blokade AS terhadap Kuba.
Dia menegaskan perkembangan energi di Kuba menjadi jauh lebih rumit akibat tindakan AS yang dianggap Havana sebagai bagian dari blokade ekonomi yang makin ketat.
Menurut Parrilla, pembatasan pasokan bahan bakar berdampak langsung pada operasional infrastruktur vital, menyebut blokade AS sebagai "ancaman bagi kehidupan rakyat Kuba."
Pernyataan itu disampaikan tepat sebelum Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi A/81/L.5, yang menyerukan diakhirinya blokade ekonomi, komersial, dan keuangan yang diberlakukan AS terhadap Kuba.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Adu mulut di sidang PBB, menlu Kuba tuding AS sampaikan kebohongan
"Sekitar 85 persen sistem pompa air minum di Kuba bergantung pada listrik; 2,6 juta orang menghadapi masalah untuk memperoleh air minum," kata Parrilla dalam pertemuan Majelis Umum PBB menjelang pemungutan suara resolusi yang mendesak diakhirinya blokade AS terhadap Kuba.
Dia menegaskan perkembangan energi di Kuba menjadi jauh lebih rumit akibat tindakan AS yang dianggap Havana sebagai bagian dari blokade ekonomi yang makin ketat.
Menurut Parrilla, pembatasan pasokan bahan bakar berdampak langsung pada operasional infrastruktur vital, menyebut blokade AS sebagai "ancaman bagi kehidupan rakyat Kuba."
Pernyataan itu disampaikan tepat sebelum Majelis Umum PBB melakukan pemungutan suara atas rancangan resolusi A/81/L.5, yang menyerukan diakhirinya blokade ekonomi, komersial, dan keuangan yang diberlakukan AS terhadap Kuba.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Adu mulut di sidang PBB, menlu Kuba tuding AS sampaikan kebohongan





