Senator Brasil Flávio Bolsonaro dikabarkan telah meninggalkan negaranya dan tiba di Amerika Serikat setelah kalah dalam pemilihan presiden 2026. Kepergiannya menjadi sorotan karena berlangsung setelah otoritas Brasil memerintahkannya menyerahkan paspor kepada kepolisian federal, tetapi batas waktu yang ditetapkan telah terlewati.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah menyetujui kedatangan Flávio di negaranya. Informasi tersebut disampaikan seorang penasihat Trump, yang menyebut pemerintah AS telah mengetahui persoalan paspor yang dihadapi senator tersebut setelah kekalahannya dalam pemilihan presiden.
Pemerintah AS juga dilaporkan tengah menerbitkan visa bagi Flávio dan keluarganya. Namun, lokasi persis kedatangannya di Amerika Serikat belum dipastikan secara terbuka.
Flávio merupakan putra sulung mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro. Ia maju dalam pemilihan presiden 2026, tetapi kalah dari Presiden Luiz Inácio Lula da Silva yang berhasil terpilih kembali untuk masa jabatan keempat dengan selisih lebih dari 4,4 juta suara.
Persoalan paspor Flávio bermula ketika Hakim Mahkamah Agung Brasil Alexandre de Moraes memerintahkannya menyerahkan dokumen perjalanan kepada kepolisian federal pada Senin (26/10/2026).
Flávio diberi waktu sekitar 24 jam untuk memenuhi perintah tersebut. Namun, ia tidak menyerahkan paspornya hingga batas waktu berakhir.
Kepolisian Federal Brasil kemudian membatalkan paspor Flávio. Aparat juga menyatakan akan melaporkan ketidakpatuhan tersebut kepada hakim yang mengeluarkan perintah.
Sebelumnya, Flávio sempat menyampaikan melalui media sosial bahwa polisi memintanya menyerahkan paspor dan melarangnya meninggalkan Brasil. Perkembangan ini kemudian memunculkan spekulasi mengenai keberadaannya setelah pemilihan presiden.
Laporan mengenai kepergiannya menyebut Flávio diduga melintasi perbatasan menuju Argentina sebelum melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat. Pemerintah Argentina kemudian menyatakan bahwa Flávio dan keluarganya memasuki negara tersebut dengan dokumen yang sah sebelum melanjutkan penerbangan menuju Guayaquil, Ekuador, berdasarkan rencana penerbangan yang dilaporkan.
Baca Juga: Netanyahu dan Eisenkot Bersaing Ketat, Pemilu Israel Dibayangi PerpecahanPersetujuan Trump terhadap kedatangan Flávio menjadi perkembangan penting setelah senator tersebut mengalami kekalahan dalam pemilihan presiden Brasil.
Trump sebelumnya menunjukkan kedekatan politik dengan keluarga Bolsonaro. Ia juga menyampaikan pandangan negatif terhadap hasil pemilihan presiden Brasil tersebut.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump mengatakan, “Saya akan menyetujuinya. Menurut saya, mereka adalah orang-orang yang baik. Pemilihan itu sangat aneh, dan saya menilainya buruk.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Trump mendukung kemungkinan Flávio memasuki Amerika Serikat setelah kekalahannya. Meski demikian, belum ada keterangan terbuka yang memastikan apakah Trump dan Flávio berkomunikasi secara langsung sebelum keberangkatannya.
Selain persoalan paspor, Flávio juga tengah menghadapi penyelidikan di Mahkamah Agung Brasil terkait dugaan korupsi, pencucian uang, dan pelanggaran yang berkaitan dengan transaksi valuta asing. Ia membantah seluruh tuduhan tersebut.
Penyelidikan itu menambah tekanan hukum yang dihadapinya setelah gagal memenangkan pemilihan presiden. Namun, dugaan pelanggaran tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum bahwa Flávio bersalah.
Sementara itu, kemenangan Lula da Silva telah diakui secara terbuka oleh Partai Liberal, partai yang menaungi Flávio. Pengakuan tersebut muncul meskipun Flávio sebelumnya mempertanyakan hasil pemilihan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.





