Filipina ingatkan ASEAN tak terpecah akibat perbedaan

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Islamabad (ANTARA) - Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro Jr., Rabu (28/10), menyampaikan kepada sejumlah menteri pertahanan Asia Tenggara agar ASEAN "tidak membiarkan perbedaan memecah belah kita dari dalam."

Pernyataan itu disampaikan Teodoro saat pidato pada upacara pembukaan Pertemuan Ke-20 Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) yang dipimpinnya di kota Cebu, Filipina.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, dan para menteri pertahanan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) itu turut hadir dalam pertemuan, sebagaimana disampaikan ASEAN melalui unggahan di akun X.

Filipina, saat ini menjabat keketuaan blok beranggotakan 11 negara tersebut, menjadi tuan rumah pertemuan itu dengan mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita Bersama" (Navigating Our Future, Together).

Dalam pertemuan itu, sejumlah menteri pertahanan ASEAN menerbitkan pernyataan bersama untuk memperingati 50 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia) serta 20 tahun berdirinya ADMM.

Para menteri pertahanan juga menyepakati beberapa inisiatif dan kegiatan baru dalam kerangka ADMM.

Baca juga: Indonesia dan penguatan respons terhadap kejahatan transnasional

Teodoro mengajak sejumlah negara anggota untuk menyelesaikan sengketa regional, termasuk yang terjadi di Laut China Selatan, melalui "cara-cara damai dan sesuai hukum yang berlaku."

"ASEAN didirikan di atas keyakinan bahwa kekuatan kita terletak pada keberagaman kita," kata Teodoro dikutip oleh media berbahasa Inggris setempat, Rappler.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh membiarkan perbedaan memecah belah kita dari dalam; dan jika terdapat perbedaan, termasuk di Laut China Selatan, kita harus menyelesaikannya melalui cara-cara damai dan legal," tambah dia.

Sejumlah pimpinan sektor pertahanan ASEAN juga akan menggelar Pertemuan Ke-13 Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM Plus), serta mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri pertahanan dari Amerika Serikat, India, Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Menteri Pertahanan China, Dong Jun, tidak menghadiri pertemuan puncak tersebut dan diwakili oleh Atase Pertahanan dari Kedutaan Besar China di Manila.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden Timor Leste soroti kenaikan investasi usai gabung ASEAN


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah TKA 2026 Menentukan Kelulusan? Ini Penjelasan Kemendikdasmen
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
TransJakarta Hentikan Sementara 4 Rute Imbas Penyampaian Aspirasi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tawuran Maut di Jakbar Libatkan 4 Gangster, Dipicu Saling Tantang di Medsos
• 19 jam laludetik.com
thumb
Ustaz Jojo Komentari Kemampuan Bahasa Arab Vino G. Bastian di Film Hamka: Awal Mula
• 2 jam laluintipseleb.com
thumb
Nomor Urut 6 di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Usung Filosofi Keharmonisan dan Gotong Royong
• 22 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.