Universitas Andalas Latih Petani Kopi di Pasaman Terapkan Teknologi Pascapanen untuk Tingkatkan Mutu dan Harga Jual

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Universitas Andalas (Unand) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memberikan pelatihan pengolahan kopi pascapanen kepada petani di Nagari Panti Selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, guna meningkatkan kualitas biji kopi, daya saing produk, dan nilai jual hasil pertanian.

Koordinator Tim Pengabdian Masyarakat Unand Daerah Binaan Nagari Panti Selatan, Khairil Agustoria, mengatakan pelatihan tersebut difokuskan pada penerapan teknik pengolahan kopi yang sesuai dengan standar pasar domestik maupun ekspor.

“Pelatihan ini diharapkan dapat membantu petani menerapkan teknik pengolahan kopi setelah panen secara tepat sehingga kualitas produk yang dihasilkan lebih baik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” kata Khairil dalam keterangan yang diterima di Padang, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, peningkatan keterampilan pengolahan pascapanen menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengelola hasil produksi.

Petani Dilatih Teknik Petik Merah hingga Penilaian Mutu Kopi

Pelatihan tersebut mencakup sejumlah materi mengenai penanganan kopi sejak proses pemanenan hingga pengeringan biji.

Materi yang diberikan meliputi teknik petik merah, sortasi buah kopi, penanganan pascapanen, standar mutu kopi ekspor, dan perhitungan kelas mutu atau grade kopi.

Petani juga diperkenalkan dengan penggunaan dome dryer, yakni alat pengering berbentuk kubah yang dirancang bersama tim pengabdian Unand.

Khairil menjelaskan bahwa kualitas kopi sangat dipengaruhi oleh perlakuan terhadap buah sejak dipetik dari pohon.

Penerapan petik merah dan sortasi yang tepat menjadi langkah awal untuk menghasilkan biji kopi berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.

Ia juga menyoroti pentingnya transformasi pertanian melalui perbaikan seluruh tahapan pengolahan hasil panen.

“Memperhatikan pascapanen, mulai dari cara panen sampai perlakuan dengan teknologi tepat guna, adalah salah satu bentuk transformasi itu sendiri,” ujarnya saat mengutip pernyataan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.

Unand Kembangkan Teknologi Pengering Kopi Sesuai Kebutuhan Petani

Selain memberikan pelatihan, tim pengabdian Unand berupaya merancang mesin pengolahan kopi yang dapat digunakan oleh masyarakat setempat.

Pengembangan teknologi tersebut mempertimbangkan kebutuhan petani, termasuk kemudahan penggunaan dan perawatan peralatan.

Khairil menegaskan bahwa rancangan mesin pertanian tidak hanya berorientasi pada kecanggihan sensor dan perangkat elektronik.

Menurutnya, teknologi juga harus dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa pengembangan kopi lokal di Nagari Panti Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan yang membutuhkan penyelesaian secara bertahap.

"Pekerjaan ini bukan sesuatu yang mudah. Segelintir masalah hari ini tidak bisa langsung selesai esok hari, tapi setidaknya kita mulai mencicilnya. Kalau kita mau berusaha, pasti bisa," kata dia.

Tim pengabdian Unand menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi petani melalui peningkatan keterampilan dan penyediaan teknologi tepat guna.

Petani Didorong Menghitung Biaya Produksi dan Keuntungan

Pemateri dari tim pengabdian Unand, Yulinda, menekankan pentingnya pencatatan dan perhitungan biaya usaha tani dalam pengelolaan bisnis kopi.

Menurutnya, petani perlu mengetahui besarnya pengeluaran produksi agar dapat menghitung keuntungan usaha secara tepat.

Pencatatan biaya yang baik juga diperlukan untuk membantu petani mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang terukur.

Melalui pelatihan tersebut, LPPM Unand berharap petani di Nagari Panti Selatan mampu menghasilkan kopi berkualitas ekspor sekaligus meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Pelatihan Libatkan Pemerintah Daerah dan Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh Dr. Nofialdi dengan melibatkan tim LPPM Universitas Andalas.

Pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Ferdinal Asmin, Wali Nagari Panti Selatan, Wali Nagari Panti Timur, serta masyarakat petani kopi.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah nagari diharapkan dapat memperkuat pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi di Sumatera Barat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI Dibayangi Merosotnya Nilai Tukar Rupiah ke Rp18.184
• 18 jam laludisway.id
thumb
Mahfud Minta Prabowo Tegur Nusron di Depan Publik: Jangan Kotori Nama Kabinet
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BPYC 2026 Gelar Konferensi Lintas Profesi dan Generasi, 56 Pembicara Siap Ramaikan Chillax
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
IHSG Dibuka ke Level 5.305 Hari Ini
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mobil Mercy Tabrak Pedagang Mi Balap di Sumut, 1 Tewas dan 4 Luka-luka
• 53 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.