MERANGIN – Markas Polres Merangin, Jambi, diserang sekelompok warga dari Suku Anak Dalam (SAD). Massa menyerang sambil melepaskan beberapa kali tembakan ke udara menggunakan senjata api rakitan tradisional jenis kecepet.
Kasi Humas Polres Merangin, AKP Sakirman mengungkapkan, penyerangan tersebut dipicu ketidaksenangan warga SAD karena polisi mengamankan dua orang pelaku penambangan emas tanpa izin (PETI).
"Kejadian ini dipicu akibat warga Suku Anak Dalam ingin mencari dua orang pelaku penambang emas tanpa izin yang diamankan pihak kepolisian. Diduga warga Suku Anak Dalam tersebut membackup dan mendapat keuntungan uang dari aktivitas ilegal tersebut," ujar AKP Sakirman, Kamis (29/10/2026).
Selain melepaskan tembakan, terjadi adu fisik antara warga SAD dan sejumlah aparat kepolisian yang berjaga di sekitar lingkungan markas komando. Setelah melakukan penyerangan, massa langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Polres Merangin langsung meningkatkan status kesiapsiagaan dan memperketat sistem pengamanan di seluruh area mapolres untuk mengantisipasi potensi susulan.




