Jurus Pramono Atasi Persoalan Klasik di Jakarta

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat menyampaikan pemaparan dalam Kearney 100 Years of Impact di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (28/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung buka-bukaan soal mengatasi persoalan klasik di Jakarta, seperti macet, pengelolaan sampah hingga banjir.

Pramono mengatakan, untuk masalah sampah sejauh ini hampir bisa teratasi karena Presiden Prabowo telah mengeluarkan Perpres terkait persoalan sampah.Asal tahu saja, sampah di Jakarta menurut Pramono mencapai 9.000 ton per hari, dan ke depan Jakarta akan memiliki tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

"Kita akan punya tiga pembangkit listrik tenaga sampah Bantargebang, Tunjungan/Kamal Muara, dan juga di Sunter. Selain itu, kita masih punya RDE Rorotan sehingga dengan demikian mudah-mudahan di tahun 2028-2029 sampah di Jakarta betul-betul tidak menjadi problem lagi," ungkap dia dalamKEARNEY 100 YEARS OF IMPACT dengan tema, "Jakarta Towards 500: Shaping the Next Global City Together", dikutip Kamis (29/10/2026).


Sedangkan masalah klasik lain seperti banjir, Pramono berjanji akan terus berusaha mengurangi dan melakukan berbagai pencegahan agar musibah tersebut tidak terus terjadi. Terlebih menurut Pramono masalah banjir Jakarta sudah ada sejak zaman Belanja.

Oleh karena itu untuk melakukan pencegahan banjir, pemerintah DKI Jakarta akan terus melakukan normalisasi di berbagai sungai, termasuk di Kebun Melati Tanah Abang yang menurutnya paling parah.

Sedangkan untuk mengatasi kemacetan, Pramono mengaku bahwa pihaknya telah fokus memperbaiki sistem transportasi, sehingga masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi menjadi transportasi umum. Salah satunya dengan hadirnya Trans Jabodetabek yang menghubungkan kota-kota pinggiran dengan pusat Jakarta.

"Ini cukup signifikan karena membuat orang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik itu meningkat dengan tajam. Meningkatnya bisa 15%, dan konektivitas Jakarta sekarang ini sudah 93%," ungkapnya.

Asal tahu saja, DKI Jakarta kini menjadi kota metropolitan nomor satu di dunia, mengalahkan Tokyo hingga New York dengan jumlah penduduk sekitar 11 juta orang. Selain itu, Jakarta kini juga menjadi kota dengan ranking nomor 15 terbaik di dunia, dan nomor 2 di ASEAN setelah Singapura.

Menariknya, dengan semua prestasi yang dicatatkan DKI Jakarta, Wali Kota New York, Zohran Mamdani bahkan meminta saran, terkait bagaimana Jakarta bisa lebih baik dibandingkan New York, yang penduduknya hanya 8,3 juta.

Baca: Hilirisasi Nikel Sampai Baterai Jadi Game Changer Ekonomi RI


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pramono: Petasan Tak Boleh Ganggu Ketenangan Warga

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komitmen Pupuk Kaltim Ciptakan Ekosistem Kerja yang Sehat dan Inklusif
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Polisi Cegat Pedemo di Beberapa Titik, 4 Ribu orang Gelar Aksi di Bundaran HI
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Klasemen Grup E ACL Two: Persib Bandung Sempurna, Makin Kokoh di Puncak
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendiktisaintek Dorong Sari Buah Anggur Bali Tembus Menu MBG dan Masuk Kopdes
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
IHSG Terangkat 0,31%, Ditopang Lonjakan Saham BBCA dan ASII
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.