Gamze Bilmez, Pemain Turki yang Jatuh Hati dengan Atmosfer Sepak Bola Indonesia

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pada 17 Oktober 2026, klub Persikad Women resmi memperkenalkan pemain asal Turki untuk memperkuat tim berlaga di Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27. Dia adalah Gamze Bilmez.

Bilmez mengisi posisi bek tengah atau gelandang bertahan. Ia mengisi satu dari empat pos marquee player di Persikad—status pemain khusus yang diperbolehkan IWL agar liga makin populer dan kemampuan pemain Indonesia terus meningkat. Sebelum gabung ke Persikad, ia membela beberapa klub Turki hingga Kamboja.

Di Turki, ia bermain untuk Antalyaspor A.S (2010-2011), 1207 Antalyaspor Kadin Futbol (2012-2015), Kilicaslan Yildizspor (2016), Antalya Deniz Kadin Spor (2017), Yeni Kemer Belediye (2018), 1974 Mahmutlar (2019), Afyon Idmanyurdu (2020), Samsun Yabancilar (2021), Hakkarigücü Spor (2022-2023), Gaziantep Asya Spor (2024), dan Telsiz Spor (2025).

Setelah itu, pada 2025 hingga 2026, Gamze bermain untuk Preah Khan Reach Svay Rieng FC, klub yang mentas di Cambodia Women’s League.

Bagi Gamze, bermain di Indonesia menjadi pengalaman baru setelah 16 tahun berkarier di sepak bola. Pemain kelahiran 5 Desember 1996 itu mengaku antusias saat mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Srikandi Margonda.

Kepada kumparanBOLANITA, Gamze bercerita tentang perjalanan kariernya, pengalamannya bermain di IWL, hingga makanan favorit dan kata-kata bahasa Indonesia yang mulai ia pelajari dari rekan-rekan setimnya.

Boleh ceritakan bagaimana awal mula kamu berkarier di dunia sepak bola?

Gamze: Karier sepak bola saya dimulai sekitar 20 tahun yang lalu di Liga Sepak Bola Wanita Turki, di divisi utama (Liga 1). Seperti yang saya katakan, saat itu saya berusia sembilan tahun. Sampai sekarang saya masih terus bermain sepak bola.

Apa yang membuat kamu tertarik bergabung dengan Persikad untuk bermain di IWL musim ini?

Gamze: Karena saat pertama kali mendengar tentang liga Indonesia, saya sangat bersemangat. Bermain di liga Indonesia yang baru pertama kali dibentuk ini tentu menjadi kebahagiaan besar bagi saya.

Bagaimana kesan kamu terhadap budaya sepak bola di Indonesia?

Gamze: Saat pertama kali tiba di Liga Indonesia, saya benar-benar sangat bersemangat. Karena budaya dan kecintaan pada sepak bola di sini sangat luar biasa.

Pertandingan terakhir yang kami mainkan adalah melawan Persija. Pukul 7 pagi, sekitar 2.000 orang sudah hadir di tribune dan bernyanyi tanpa henti. Itu adalah momen yang luar biasa bagi saya.

Persikad berhasil mengalahkan Persija dengan skor 1-0 pada Gameweek 2 IWL. Menurut kamu, apa kunci kemenangan tim di pertandingan tersebut?

Gamze: Pertandingan terakhir kami melawan Persija kemarin sungguh laga yang sangat berat. Laga itu menyulitkan kami dan juga tim lawan, tapi kami tidak pernah menyerah. Kami terus berjuang menekan dan berhasil memenangkan pertandingan ini.

Sebenarnya kami sudah tahu kami akan menang, tapi mereka sempat membuat kami sedikit kesulitan. Namun sebagai sebuah tim, kami sangat bahagia dengan hasilnya.

Ini menjadi pengalaman pertama kamu bermain di Indonesia. Bagaimana proses adaptasi kamu sejauh ini?

Gamze: Saat ini saya sedang fokus pada sepak bola, saya masih dalam proses penyesuaian diri. Pemahaman dan budaya sepak bola di sini sungguh sangat berbeda. Saya berharap secepatnya bisa berkontribusi untuk liga ini lewat gol-gol saya, sangat yakin akan hal itu.

Persikad akan menghadapi Garudayaksa pada pertandingan berikutnya. Bagaimana persiapan kamu dan tim untuk laga tersebut?

Gamze: Pekan ini kami benar-benar mempersiapkan diri dengan sangat baik. Siapa pun lawannya, sama sekali tidak masalah bagi kami.

Bersama tim, saat ini kekompakan kami sedang sangat baik. Saya yakin kami pasti bisa memenangkan pertandingan minggu ini. Saya percaya sepenuhnya kepada semuanya.

Bagaimana penilaian kamu terhadap penampilanmu pada pertandingan pertama di Indonesia?

Gamze: Jadi begini, tentu saja ada rasa gugup di laga pertama. Kami sama sekali tidak tahu liga seperti apa yang menanti kami. Dengan atmosfer saat itu, tentu saja penalti atau tendangan bebas bisa gagal, apa pun bisa luput.

Namun yang terpenting adalah kami terus berjuang dan bertahan hingga detik terakhir. Sepak bola adalah permainan kesalahan, tetapi kami adalah tim yang mampu meminimalkan kesalahan tersebut secepat mungkin.

Apa makanan favorit kamu?

Gamze: Tofu? Tahu?

Kenapa kamu suka makanan itu?

Gamze: Karena rasanya sangat enak.

Pukul 7 pagi, sekitar 2.000 orang sudah hadir di tribune dan bernyanyi tanpa henti. Itu adalah momen yang luar biasa bagi saya.

Apa saja kata dalam bahasa Indonesia yang sudah kamu pelajari?

Gamze: Selamat pagi. Dan satu, dua, tiga, empat, lima. Sudah cukup, itu saja.

Siapa yang mengajari kamu bahasa Indonesia?

Gamze: Rekan-rekan satu tim saya. Mereka sangat heboh dan seru. Setiap saat mereka mengobrol dan mengajari saya kata-kata baru. Tapi saya butuh waktu, seperti yang saya bilang tadi.

Ya, mereka banyak sekali bicara bahasa Indonesia setiap saat. Beberapa pemain tidak mengerti bahasa Inggris. Jadi saya harus belajar bahasa Indonesia, tapi bahasanya sangat sulit. Sangat sulit. Ya.

Selain belajar bahasa Indonesia, apakah kamu juga mengajari rekan-rekan setim bahasa Turki?

Gamze: Ya. Saya juga mengajari bahasa saya, bahasa Turki. Mereka ingin mencoba beberapa kata, tapi entahlah. Mereka juga butuh waktu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Real Madrid dan Barcelona Bersatu Doakan Korban Tragedi Kereta Api Toledo
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Motor Ojek Lansia Raib di RS Sardjito Yogya Bukan Kasus Pertama, Manajemen Pastikan Tidak Terlibat
• 50 menit lalukumparan.com
thumb
Wall Street Ditutup Menguat usai The Fed Tahan Suku Bunga
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Flavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah Pilpres Brasil, Klaim Dirinya Presiden Sah dan Tolak Kemenangan Lula
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Presiden Prabowo Temui Menlu Singapura di Hambalang
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.