Bawa Video Viral Ruben Onsu Jadi Bukti Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Pihak Sarwendah Sebut Tak Melanggar Hukum

grid.id
7 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pihak Sarwendah diketahui membawa rekaman video viral Ruben Onsu sebagai salah satu bukti dalam sidang gugatan hak asuh anak. Sang kuasa hukum, Chris Sam Siwu mengungkap bahwa hal itu tidak melanggar hukum.

Proses persidangan lanjutan terkait gugatan hak asuh anak yang dilayangkan oleh Ruben Onsu masih terus berjalan. Sidang pada Rabu (28/10/2026), beragendakan penyerahan bukti dari tergugat, yakni Sarwendah, termasuk video viral Ruben Onsu.

Dikutip dari TribunnewsDepok pada Kamis (28/10/2026), Sarwendah diketahui diwakili oleh tim kuasa hukumnya, yakni Mark Adrianus, Abraham Simon, dan Chris Sam Siwu. Dalam agenda itu, pihaknya diketahui membawa ratusan bukti sebagai penguat kelayakan mantan istri Ruben Onsu itu sebagai pemegang hak asuh anak.

"Kedatangan kami hari ini sesuai agendanya adalah bukti-bukti yang akan kami sampaikan sebagai Tergugat," ujarnya Abraham, salah satu kuasa hukum Sarwendah.

"Per hari ini kami ada sekitar 102 bukti," jelasnya.

Bukti yang dibawa oleh pihak Sarwendah meliputi bukti fisik maupun digital. Selanjutnya, bukti tersebut akan diverifikasi bersama.

"Jadi nanti bukti-bukti akan kita sampaikan kepada majelis hakim dan akan diverifikasi bersama dengan kuasa hukum Penggugat," lanjutnya.

Abraham mengungkap bahwa pihaknya juga telah membawa bukti berupa video. Ia menilai bahwa hal ini bertujuan untuk menunjukkan kelayakan dari pihak Sarwendah untuk mendapatkan hak asuh anak.

"Intinya beberapa video yang memang ibaratnya menunjukkan kelayakan-kelayakan dari klien kami dan mungkin kelemahan-kelemahan dari pihak Penggugat, ya yang pasti itu kami sajikan," ujarnya.

"Karena memang apa yang kami sampaikan adalah fakta, tidak ada rekayasa, dan beberapa bukti juga didukung oleh keterangan dari ahli," terangnya.

Abraham menegaskan bahwa ratusan bukti yang telah diserahkan adalah bukti autentik. Ia juga membantah adanya rekayasa atau manipulasi.

 

"Jadi bukti yang kami sampaikan asli, autentik, dan sama sekali tidak ada editing atau manipulasi," jelasnya.

Salah satu bukti yang dibawa oleh pihak Sarwendah adalah rekaman video viral Ruben Onsu. Hal itu diungkap oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu.

"Tadi di dalam juga ada yang mempertanyakan terkait dengan bukti video yang sempat viral terkait dengan pembicaraan video call. Itu sempat dipertanyakan sama kuasa hukum," ujarnya.

Kendati kuasa hukum Ruben Onsu sempat mempertanyakan keabsahan penggunaan video viral Ruben Onsu tersebut sebagai bukti, Chris mengungkap bahwa hal itu tidak melanggar hukum. Bahkan, menurutnya Hakim pun sependapat dengan dirinya.

Bukan tanpa sebab, Chris mengungkap bahwa pihaknya telah mendapatkan izin dari pihak pemilik video tersebut untuk menggunakannya sebagai barang bukti. Sehingga, hal ini tidak dinilai sebagai pelanggaran hukum.

Chris juga menegaskan bahwa pihaknya juga melibatkan ahli untuk menganalisis keaslian video viral Ruben Onsu tersebut. Menurutnya, rekaman video tersebut bukan rekayasa.

"Tetapi hakim sepakat dengan kami bahwa sah-sah saja untuk kami mengajukan, karena kami mendapatkan izin dari salah satu pihak yang ada di situ," jelasnya.

"Jadi itu tidak melanggar hukum dan juga sudah dilihat oleh ahli bahwa video itu asli dan betul ya," sambung dia.

Chris tegas mengungkap bahwa semua bukti yang dibawa oleh pihaknya didapat dengan cara yang legal. Ia juga membantah opini dan tudingan terkait cara mendapatkan bukti yang melanggar hukum.

"Saya melihat bahwa ada beberapa opini yang menyatakan buktinya didapat dengan tidak sesuai undang-undang atau melawan hukum. Tidak, kami pastikan bukti-bukti yang kami dapat semuanya memang sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelasnya.

Sedangkan, pihak Ruben Onsu diketahui telah menyerahkan barang bukti terlebih dahulu. Ia diketahui menyerahkan sekitar 61 bukti untuk memperkuat posisinya mendapatkan hak asuh anak. (*)

 Baca Juga: Sarwendah Nangis Live Jualan Kena Report, Kuasa Hukum Curiga Ada Serangan Siber Sengaja

 

 

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
China Tuding Filipina Hambat Kehadirannya di Forum Pertahanan ASEAN
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas Operasi Damai Cartenz Selidiki Keterlibatan KKB dalam Kasus Penikaman Warga Sipil Yahukimo
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Alasan Zaskia Adya Mecca Turun Langsung Ikut Aksi Demo di Bundaran HI, Sang Artis Singgung Kegelisahan
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Uji Coba Pengumpulan Minyak Jelantah di KDKMP
• 21 menit lalurepublika.co.id
thumb
Samator (AGII) Raih Laba Bersih Rp114 Miliar hingga September 2026, Melonjak 79 Persen
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.