Aktris Taskya Namya membagikan pengalaman berat saat membintangi film horor terbaru, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Dalam film ini, Taskya memerankan Marni, perempuan yang menyimpan masa lalu kelam dan tragis.
Taskya mengaku sangat antusias karena proyek ini mempertemukannya dengan sahabat lamanya, Wavi Zihan.
"Perasaan aku happy banget, karena pertama aku sama Wavi tuh dari dulu pertama kali temenan pengin main bareng, eh ternyata disatuin di film bareng," ungkap Taskya dalam jumpa pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (26/10).
Namun, di balik kegembiraan, Taskya harus menghadapi adegan yang sangat berat secara mental. Ia melakoni adegan pemerkosaan yang membuatnya sesak luar biasa di lokasi syuting.
"Ada satu adegan yang membuat aku jujur sesak banget, yaitu adegan pemerkosaan tadi itu ada gitu. Jujur aku pribadi menjalankan adegan itu sangat berat," beber Taskya.
Beban adegan tersebut bahkan sempat membuatnya menangis histeris hingga syuting selesai. Ia sampai membutuhkan orang terdekat untuk menenangkan diri.
"Aku nangis enggak berhenti sampai asistenku harus mencoba menenangkan diri karena aku nangisnya berontak banget karena aku sangat tidak suka ada di momen itu," tuturnya.
Taskya merasa sangat terbantu dan terlindungi berkat kehadiran Runny Rudiyanti, Intimacy Coordinator, di lokasi syuting.
"Tapi terima kasih buat timnya Runny sebagai intimacy coordinator sudah sangat menjaga aku. Karakter ini tidak mungkin tercipta kalau tidak ada karakter-karakter yang lain," ucap Taskya.
Taskya mengaku harus merasakan bagaimana posisi seorang perempuan yang terhimpit kebutuhan keluarga tetapi justru menjadi korban pelecehan.
"Iya, karena ada rasa sensitif dan traumatis. Aku mencoba memosisikan sepatuku ada di Marni, di mana dia merasa insecure, harus berjuang untuk keluarganya tapi dilecehkan. Jadi sangat campur aduk di hati dan kepalanya dia. Tapi aku happy banget di-support sama karakter lain dan tim," tutup Taskya.
Rambut Sewu: Satu Langkah Getih berpusat pada Wulan (Wavi Zihan) dan ibunya, Ratih (Ruth Marini), yang pindah ke rumah tua fasilitas pabrik tempat Wulan bekerja.
Di sana, Wulan menemukan foto pemilik lama dan mengungkap kisah tragis Marni (Taskya Namya) beserta adiknya, 22 tahun silam.
Teror demi teror kemudian menimpa Wulan hingga ia kerasukan dan videonya viral di media sosial, memicu penyelidikan dari dua jurnalis, Damar (Yusuf Mahardika) dan Suradi (Donny Alamsyah).
Diproduksi MIKA Entertainment, film garapan sutradara Hanny R. Saputra dengan naskah karya Rebecca M. Bath dan produser Zakir Rasyidin ini siap tayang serentak di bioskop mulai 5 November.





