jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengungkap sejumlah kepentingan perlu diperjuangkan Indonesia ketika terjadi pertemuan bilateral dengan Singapura.
Hal demikian dikatakan dia menyikapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan di kediaman Kepala Negara, Bogor, Rabu (28/10) kemarin.
BACA JUGA: DPR Pastikan Dengar Keluhan Negara Tetangga, Desak Tindak Tegas Korporasi Pemicu Karhutla
"Kepentingan Indonesia harus ditempatkan secara jelas dalam setiap kerja sama dengan Singapura," kata dia kepada awak media, Kamis (29/10).
Misalnya, kata dia, dalam persoalan karhutla. Indonesia harus memastikan penegakan hukum berjalan sampai kepada pihak yang benar-benar bertanggung jawab.
BACA JUGA: Dasco Menghargai Kritik Negara Tetangga Soal Karhutla
Termasuk, lanjutnya, ketika ada keterkaitan kepemilikan perusahaan, pendanaan, atau transaksi keuangan lintas negara dari peristiwa karhutla.
"Kerja sama ini harus menghormati kedaulatan hukum masing-masing negara, tetapi jangan sampai perbedaan yurisdiksi menjadi tempat berlindung bagi pelaku," ujar Sukamta.
BACA JUGA: Komisi III DPR Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak Tegas, Jangan Cuma Wacana
Selanjutnya, ujar dia, dalam bidang ekonomi. Indonesia harus memastikan hubungan investasi dengan Singapura diarahkan memperkuat industri nasional, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan peningkatan kemampuan SDM di Tanah Air.
"Kita tentu menyambut investasi, tetapi manfaatnya harus makin besar bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia," ujar legislator fraksi PKS itu.
Berikutnya, lanjut Sukamta, dalam bidang politik. Indonesia bersama Singapura perlu memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas Asia Tenggara.
Menurutnya, ASEAN harus memiliki kemandirian dalam menentukan kepentingan kawasan di tengah meningkatnya persaingan kekuatan besar.
"Indonesia berkepentingan agar ASEAN tidak hanya menjadi pasar bagi kekuatan ekonomi dunia, tetapi berkembang menjadi kawasan yang memiliki kemampuan produksi, teknologi, dan daya saing sendiri," ujar alumnus Universitas Salford, Inggris Raya itu.
Prinsipnya, kata Sukamta, hubungan Indonesia dan Singapura harus terus diperkuat atas dasar saling menghormati, kesetaraan, dan keuntungan bersama.
"Bagi Indonesia, ukuran keberhasilan diplomasi bukan sekadar seberapa erat hubungan dengan negara lain, tetapi seberapa besar hubungan itu memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional dan rakyat Indonesia," ujarnya. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




