BGN Siapkan Aplikasi Loka MBG, Transaksi Kebutuhan SPPG Bakal Lebih Transparan

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Loka MBG, aplikasi marketplace yang dirancang untuk menghubungkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan asosiasi dan koperasi petani serta peternak. Inisiatif ini diharapkan memperkuat rantai pasok pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus memperluas akses pasar bagi produsen lokal.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, Loka MBG dirancang untuk mempertemukan kebutuhan bahan pangan dapur MBG dengan produk yang dihasilkan petani dan peternak melalui mekanisme pengadaan yang mengacu pada harga pemerintah.

Baca Juga :
BGN Tutup 2.000 Dapur MBG Secara Permanen, Alasannya karena Tak Penuhi Syarat Higienis
Sudaryono Targetkan Tak Ada Lagi Insiden Keracunan MBG, Minta Aturan Penyajian Makanan Diperketat

“Nah kami ingin membangun marketplace-nya MBG. Nah kami namakan Loka MBG. Siapa yang masuk ke dalam marketplace ini, asosiasi dan koperasi peternak dan petaninya. Jadi asosiasinya langsung dan dijual dengan harga acuan pemerintah,” ujar Sudaryono dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurut Sudaryono, pengembangan Loka MBG juga dilatarbelakangi persoalan harga pangan di tingkat produsen. Ia mencontohkan harga telur yang belum mengalami kenaikan meskipun kebutuhan komoditas tersebut untuk program MBG telah meningkat.

“Sekarang ini ada harga telur sangat murah di sentra-sentra telur. Kami sudah memperlakukan makan telur atau menu telur ini bisa 3-4 kali seminggu. Tapi harga telur tidak kunjung naik. Kenapa tidak kunjung naik karena dapur-dapur itu membeli telur di harga murah, terus dia ngaku ke BGN di harga yang standar. Jadi dia nambah untung. Ini tidak boleh lagi kita biarkan,” jelasnya.

Melalui Loka MBG, BGN ingin memperkuat transparansi transaksi dan mendorong agar pembelian bahan pangan mengikuti harga acuan pemerintah. Dengan mekanisme tersebut, pengadaan diharapkan dapat memberikan kepastian harga yang lebih wajar bagi produsen sekaligus menjaga efisiensi belanja program.

“Jadi pas harganya nanti tinggi, dia beli di harga acuan pemerintah yang lebih murah. Kalau harganya murah dia harus beli di harga yang lebih tinggi. Sehingga kita MBG ini menjadi emerging market yang kemudian bisa mendistorsi inflasi, mendistorsi harga dan pasokan pangan di rakyat,” ujar Sudaryono.

BGN juga merencanakan penerapan Loka MBG secara bertahap. Dalam paparannya, Sudaryono menyebut tujuh komoditas utama akan menjadi prioritas pada tahap awal, dengan rencana soft launching pada November dan green launching pada Desember 2026.

Baca Juga :
Sudaryono: Dapur MBG Kini Bisa Diawasi Posyandu hingga Orang Tua Siswa
Sudaryono Minta SPPG Perbarui Persyaratan Administrasi: Tak Ada Tip Proyek MBG, Berantas Yayasan Calo!
BGN Targetkan 5000-10.000 SPPG MBG Prasmanan Akhir 2026! Uji Coba Bakal Diperluas 230 Dapur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Banteng Jawa, Harapan dari Kelahiran di Pangandaran dan Potensi Masa Depan Peternakan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Bahlil Temui Prabowo di Istana, Ternyata Bahas Isu Ini
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Samsung Galaxy A18 vs Redmi Note 17 5G: Adu Spesifikasi, HP Mana yang Lebih Layak Dibeli?
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
​PEVS 2026 Resmi Dibuka, Siap Menjadi Katalis Perubahan Transportasi Masa Depan
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Menaker Terbitkan Aturan BSU 2026, Ini Persyaratan Penerimanya
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.