Pilu Bayi di Bulukumba Meninggal karena Sakit Tak Ada Susu: Ibu Sudah Tiada, Tinggal dengan Nenek

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Nakla Syafira, bayi perempuan berusia 1 tahun di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, diduga tak makan dan minum selama 10 hari lamanya. Kisahnya tersebut sempat viral di sosial media.

Informasi yang beredar, Nakla merupakan anak piatu (tidak memiliki ibu). Ibunya meninggal tak lama usai ia dilahirkan, sementara ayahnya kerja di luar daerah. Nakla pun diasuh neneknya. Keluarga mereka juga, tergolong tidak mampu.

Dalam video yang beredar, Nenek Nakla sebut jika cucunya sudah tidak mendapatkan asupan makanan hingga susu selama 10 hari lamanya. Kondisi sang anak nampak lemah.

Setelah viral, pemerintah setempat pun langsung melarikan Nakla ke rumah sakit untuk diberikan perawatan medis. Belakangan, Nakla dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Bulukumba.

Pemerintah Bantah Bayi Tak Makan dan Minum Karena Ekonomi

Ketua RW di Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rahmi Amrahi saat dikonfirmasi membenarkan kabar duka tersebut.

"Bayi Nakla Syafira meninggal Kamis (29/10) sekitar pukul 03.00 WITA, tadi subuh. Setelah menjalani perawatan medis," kata Rahmi.

Ia menceritakan, kisah kelam bayi perempuan ini diketahuinya setelah neneknya datang melapor jika cucunya sudah 10 hari tidak bisa makan dan minum susu karena sakit. Mendengar laporan itu, ia pun berinisiatif membawa Nakla ke rumah sakit.

"Ketika tidak bisa dia tangani sendiri, baru dia sampaikan ke saya kalau cucunya sakit. Saya langsung ambil, bawa ke rumah sakit," jelasnya.

Nakla sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Bulukumba selama 9 hari lamanya hingga dinyatakan meninggal dunia, dini hari tadi. Ketua RW itu menyebut bahwa Nakla tidak makan dan minum karena sakit.

"Jadi keluarganya, bukan tidak ada (makanan), karena baru-baru juga saya berikan bantuan dari Bulog. Tapi, anak ini sakit. Sempat demam dan kejang saat berada di rumah," ungkapnya.

Rahmi membeberkan, Nakla hanya diasuh oleh neneknya. Ibunya telah meninggal dunia sesaat melahirkan Nakla. Sedangkan, ayahnya bekerja di luar daerah. Keluarga mereka juga tergolong tidak mampu.

"Kalau mamanya itu kasihan, biasa cari kerang atau kalau ada bekas potong padi orang yang tertinggal, dikumpulkan baru dijemur di pabrik. Hanya itu penghasilannya,” katanya.

Senada, Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad membantah Nakla tidak makan dan minum karena tak punya makanan. Melainkan karena Nakla sakit.

"Bukan persoalan ekonomi, meski memang neneknya tergolong orang miskin. Nakla tidak makan atau tidak bisa minum susu karena sakit, bukan karena tidak ada makanan atau tidak ada susu disiapkan. Makanya dikatakan tidak bisa makan dan minum susu," kata Andi terpisah.

Andi juga menyayangkan informasi beredar itu, yang seakan Nakla tidak makan dan minum susu karena faktor ekonomi. Bahkan, kata Andi, ayah Nakla juga merasa keberatan karena mengganggap tidak mampu membiayai anaknya.

"Justru ketika Nakla ini viral, ayahnya keberatan, karena dianggap tidak mampu hidupi anaknya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Dibuka Menguat Rp 18.170 per Dolar Amerika Serikat usai Rilis The Fed
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Soal Demo 28 Oktober, Menkopolkam: Pemerintah Hormati Aspirasi dan Kritik Masyarakat
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Mercy Sihombing Cabut Gugatan Suket Penyetaraan Pendidikan SMA Gibran di PTUN
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Chery Q Dibanderol di Bawah Rp300 Juta, Intip Fitur Premiumnya!
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab Kotawaringin Barat Gandeng 8 Distributor Cabai Rawit Merah untuk Cegah Lonjakan Harga Jelang Nataru
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.