Kenali Mood Swing Tak Disebabkan Hanya Kondisi Jelang Menopause, Ini Cara Ampuh Beradaptasinya

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mood swing atau perubahan suasana hati secara mendadak pada perempuan tidak melulu disebabkan karena persoalan menjelang menopause.  Perubahan suasana hati juga berkaitan dengan perubahan fisik dan mental tak hanya bergantung pada satu faktor melainkan multi faktor yang perlu dianalisa lebih jauh. Demikian benang merah pendapat  dokter spesialis obstetri dan ginekologi sub-spesialis Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi Dr.dr. Kanadi Sumapradja, Sp.O.G, Subsp.F.E.R.,M.Sc. 

“Karena adanya fluktuasi tadi maka tentu terjadi penurunan estrogen atau terjadi dominasi hormon progesteron misalnya memang menyebabkan perubahan mental state yang menyebabkan mood swing dan itu bisa terjadi bukan hanya pada menopause tapi juga pada penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan penurunan estrogen,” kata Kanadi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Baca Juga :
Senam Somatik Baik untuk Perempuan Menopause, Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?
Haid Tak Lagi Teratur di Usia 30 Tahun? Ini 10 Tanda Perimenopause Dini yang Sering Diabaikan

Bagi yang jelang manopouse tak perlu khawatir menghadapi kondisi mood swing karena tubuh memiliki cara adaptasi masing-masing.

“Semua orang punya cara masing-masing untuk beradaptasi pada perubahan fisik dan mental dan ini yang dikenal dengan copying system dan ini juga mungkin berhubungan dengan bagaimana ia menjalani hidupnya sehari-hari dan seterusnya dan support system di sekelilingnya akan mendukung perubahan ini,” katanya.

Hal yang penting adalah dukungan orang terdekat,  agar perempuan bisa beradaptasi dengan perubahan, mengenali dengan baik dan memahami apa yang terjadi terutama pada masa transisi menuju menopause.

Kanadi mengatakan bahwa perempuan akan mengalami masa perimenopause pada usia 40-44 tahun dan menopause biasanya berlangsung saat memasuki usia 45-55 tahun.

Sementara pascamenopause adalah periode setelah menopause yaitu tidak mengalami menstruasi selama kurang lebih 12 bulan berturut-turut akibat berhentinya fungsi ovarium.

Gejala perimenopause meliputi gangguan haid, gangguan tidur, gejala kognitif seperti sulit konsentrasi, mudah lupa dan brain fog kemudian perubahan urogenital, perubahan kesehatan tulang dan jantung, nyeri, perubahan fisik hingga perubahan mood.

Baca Juga :
Jangan Langsung Anggap Menopause, Menstruasi Tak Teratur di Usia 40 Tahun Bisa Jadi Anovulasi, Apa Itu?
Bukan Cuma Hormonal, Ini 7 Kebutuhan Wanita Saat Menopause yang Sering Diabaikan
Mudah Banget Dilakukan! 3 Kebiasaan Sehari-hari yang Terbukti Membantu Meredakan Gejala Menopause

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Suap PT Djarum dalam Kasus Korupsi Bea Cukai, Jubir KPK: Berkaitan dengan Cukai
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hakim Minta Jokowi Hadir di Sidang Roy Suryo, Jaksa Jadwalkan Pemeriksaan 5 November 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kebakaran di Makassar Meningkat, Tembus 402 Kasus
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Polusi Udara Kian Mematikan karena Kebakaran Hutan, Korban Jiwa 3.560 Orang
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kecelakaan Maut Tabrakan 2 Kereta Cepat, Sedikitnya 68 Orang Tewas
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.