JAKARTA, DISWAY.ID-- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global yang memengaruhi pasar modal dan sektor keuangan.
Hal itu ia jelaskan untuk merespon banyaknya pertanyaan yang khawatir terkait Indonesia di ambang krisis.
BACA JUGA:Semarakkan 1 Tahun Sekolah Rakyat, Giring Janji Ciptakan Lagu Khusus
"Banyak yang menanyakan kepada kami apakah Indonesia di ambang krisis? Menurut kami, lebih baik kita lihat fundamentalnya. Kita lihat tahun '98 minus 13%, 2020 waktu Covid minus 2,1%, sedangkan sekarang plus 5,1%.
“Jadi dapat kita sampaikan, melihat data, terima kasih fundamental kita kuat," kata Anindya dalam sambutannya di pembukaan Rapimnas Kadin, Kamis, 29 Oktober 2026.
Meski demikian, ia menyebut tekanan di pasar keuangan, termasuk arus dana keluar sebesar Rp124 triliun dan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), perlu diwaspadai.
BACA JUGA:PKN Usulkan Moratorium MBG dan Penghentian Program Koperasi Merah Putih
Namun ia menegaskan, publik harus kembali melihat fundamental.
“Kita juga paham bahwa terjadi tekanan di pasar modal dan keuangan. Rp124 triliun keluar daripada pasar modal, IHSG minus 40 persen, lalu dolar 18.000, 17.000. Tapi bersamaan kembali ke fundamental,” jelas Anindya.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator ekonomi masih memperlihatkan daya tahan Indonesia. Di antaranya penanaman modal asing (PMA) yang disebut mencapai Rp270 triliun di bawah Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.
BACA JUGA:IHSG Masih Ambruk Walaupun The Fed Tahan Suku Bunga, Analis Soroti Faktor Ini
Selain itu, Anindya menyebut laba bersih emiten tumbuh sekitar 18 persen, cadangan devisa mencapai USD146 miliar, serta pertumbuhan kredit secara tahunan atau year-on-year sebesar 13,3 persen.
Menurut dia, indikator-indikator tersebut perlu menjadi bagian dari pertimbangan dalam melihat kondisi perekonomian Indonesia di tengah gejolak global.
“Kita tidak mengatakan yang sebelah kiri diabaikan. Mesti diwaspadai, tapi kembali kepada fundamental dan saya rasa itu yang paling tepat supaya kita tidak terpengaruh terhadap hingar-bingar,” ujarnya.
BACA JUGA:Buronan Kasus Pemalsuan Surat, Notaris Asal Gorontalo Ditangkap Kejagung di Tebet
- 1
- 2
- »





