Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan komitmen bank sentral untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang berada di level Rp 18.137 per dolar AS pada penutupan Kamis (29/10).
"Perdagangan rupiah dipengaruhi sangat banyak faktor. Namun jika melihat fundamental ekonomi nasional, kondisi Indonesia sebenarnya relatif baik dibandingkan negara-negara sepadan (peer group)," ujar Destry di sela Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis, (29/10).
Destry menjelaskan fluktuasi rupiah merupakan bagian dari dinamika pasar yang merespons mekanisme penawaran dan permintaan serta persepsi pelaku pasar, termasuk merespons kebijakan suku bunga acuan The Fed.
Kendati sejumlah faktor pemicu berada di luar kendali BI, bank sentral menjadikan stabilitas nilai tukar sebagai prioritas utama demi menciptakan iklim ekonomi yang kondusif.
"Stabilitas adalah hal utama yang harus kita jaga agar tercipta iklim ekonomi yang kondusif untuk mendorong pertumbuhan sektor lain dan membuka lapangan kerja," tegas Destry.





