Venture Capital Besutan Pendiri Bukalapak Bantu Startup Ini Kembangkan Layanan Inferensi AI

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Netra menjawab kedua kebutuhan tersebut melalui penyebaran privat serta API terkelola yang berbasis pada penggunaan.

Venture Capital Besutan Pendiri Bukalapak Bantu Startup Ini Kembangkan Layanan Inferensi AI (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Perusahaan modal ventura (venture capital), Init-6, mengumumkan investasi terbarunya pada perusahaan rintisan (startup) asal Indonesia yang bergerak di industri infrastruktur inferensi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yaitu Netra Runtime.

"Langkah (investasi) ini menjadi wujud keyakinan kami, bahwa talenta-talenta yang dimiliki Indonesia, telah memiliki kemampuan dalam membangun teknologi di lapisan infrastruktur AI yang paling mendasar, guna mendukung enterprise global," ujar Founding Partner Init-6, Nugroho Herucahyono, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:
Sukses di Bisnis Modal Ventura, Keisuke Honda Ingin Bangun Decacorn

Sebagaimana informasi, Init-6 sendiri merupakan entitas venture capital yang didirikan oleh dua pendiri Bukalapak, Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono. 

Sedangkan Netra Runtime merupakan perusahaan infrastruktur inferensi AI yang membantu organisasi menjalankan model AI dengan lebih cepat dan efisien, baik di infrastruktur  Graphics Processing Unit (GPU) milik sendiri maupun melalui layanan cloud milik Netra.

Baca Juga:
OJK Terbitkan Aturan Penguatan Multifinance hingga Modal Ventura

Menurut Nugroho, dengan semakin banyaknya perusahaan yang mengadopsi AI, maka tantangan ke depan kini bergeser dari sekadar memilih model yang paling cepat, menjadi menjalankannya secara efisien dan mendatangkan unit economy pada perusahaan.

"Memiliki GPU yang kuat tidak otomatis menghasilkan inferensi yang cepat atau biaya yang efektif. Menjawab hal itu, Netra Runtime membuat inferensi AI menjadi lebih cepat dan efisien pada infrastruktur yang sudah ada," ujar Nugroho.

Baca Juga:
IMJS Dirikan Anak Usaha Baru di Bidang Pembiayaan dan Modal Ventura

Di Indonesia, Nugroho menjelaskan, hal ini menjadi krusial bagi organisasi yang memerlukan kendali penuh atas lokasi pemrosesan model dan data sensitif mereka.

Dalam hal ini, Netra melihat dua kebutuhan pelanggan yang berbeda, yaitu beberapa perusahaan memiliki GPU sendiri dan ingin menjalankan model di dalam infrastruktur mereka. 
Sementara yang lain menginginkan akses ke inferensi cepat tanpa harus membeli atau mengoperasikan perangkat keras. Netra menjawab kedua kebutuhan tersebut melalui penyebaran privat serta API terkelola yang berbasis pada penggunaan.

"Lebih dari satu dekade membangun teknologi di Bukalapak, mengajarkan Saya bahwa biaya infrastruktur tidak pernah hanya soal hardware yang dibeli, tapi seberapa baik software memanfaatkannya. Di era AI, pelajaran ini semakin penting. Pertanyaan bagi perusahaan bukan lagi sekadar model mana yang paling pintar dan paling cepat, tapi berapa biaya untuk menghasilkan suatu pekerjaan," ujar Nugroho.

Karenanya, Netra menjawab kebutuhan ini dengan menjadi infrastruktur inferensi berkinerja tinggi untuk GPU AMD dan NVIDIA. Dalam private deployment, perangkat lunak ini berjalan di infrastruktur GPU milik pelanggan, sehingga pelanggan tetap memegang kendali penuh atas model dan data mereka.

Di sisi lain, perusahaan juga bisa menggunakan Netra Cloud untuk menggunakan teknologi inti yang sama untuk menyediakan layanan inferensi terkelola melalui API yang kompatibel dengan OpenAI, dengan skema penagihan berdasarkan penggunaan token.

Sejak diluncurkan, Netra mencatat sinyal awal yang menjanjikan. Hingga 28 Oktober 2026, platform Netra telah memproses lebih dari 288 miliar token, dengan rata-rata 6,14 miliar token per hari pada 21–27 Oktober dan rekor harian 12,47 miliar token, serta memiliki 1.415 pengguna terdaftar dan 19 partner.

Pada benchmark terbaru Netra, throughput prefill mencapai 73.527 input token per detik pada concurrency 32 tanpa cache.

Untuk decode, konfigurasi empat GPU AMD Instinct MI350X mencapai aggregate throughput 5.062 output token per detik pada concurrency 32, dibandingkan 2.870,2 pada dua GPU NVIDIA B300 dan 2.497,8 pada empat GPU NVIDIA B300.

Pada concurrency 1, decode speed per user mencapai 1.152 token per detik pada empat MI350X, dibandingkan 498,8 pada dua B300 dan 608,6 pada empat B300.

Hasil benchmark bergantung pada model, hardware, workload, dan konfigurasi pengujian. Init-6 memandang Netra sebagai bagian dari pergeseran yang lebih luas dalam ekosistem AI di Indonesia. 
"Selama ini, percakapan AI di Indonesia lebih banyak berpusat pada penggunaan model dan pembangunan aplikasi di atas API dari luar negeri, sehingga nilai ekonomi dan kendalinya berada di tempat lain," ujar Nugroho.

Sementara dengan hadirnya Netra, bagi Nugroho, menunjukkan bahwa engineer Indonesia mampu bersaing di lapisan infrastruktur yang menentukan performa dan biaya.

Dalam jangka pendek, Init-6 berharap Netra membuktikan performanya untuk mendukung pelanggan enterprise.

Sedangkan dalam jangka panjang, Init-6 berharap Netra menjadi infrastruktur yang diandalkan perusahaan di Indonesia dan skala global untuk menjalankan AI secara efisien dan di bawah kendali mereka sendiri, sekaligus menjadi bukti bahwa teknologi sistem kelas dunia dapat dibangun dari Indonesia.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI Jakarta Juara Umum Kejurnas Catur 2026 dengan 17 Medali, Pertahankan Gelar Dua Tahun Beruntun
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Peringati Sumpah Pemuda, Anak Muda Diajak Menyatukan Gagasan untuk Mengawal Masa Depan Bangsa
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kepala BGN Tidak Tutup Mata soal Adanya Permasalahan MBG di Era Sebelumnya, Singgung soal Yayasan Calo
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Survei IPO: Nama Gubernur Sulteng Anwar Hafid Muncul dalam Bursa Capres 2029
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Gunung Semeru Siaga, Tercatat 29 Kali Gempa Letusan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.