Jakarta (ANTARA) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid mengingatkan pentingnya integritas dan profesionalitas bagi seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN, khususnya bagi pejabat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Pesan kami dalam pelantikan ini, tolong layani masyarakat dengan baik dan tidak mempersulit urusan orang," kata Nusron, di Jakarta, Kamis, saat melantik 152 pejabat yang mengikuti pelantikan secara luring dan daring.
Nusron menjelaskan bahwa 90 persen tugas dan fungsi Kementerian ATR/BPN adalah pelayanan publik. Oleh karena itu, tingkat kepuasan masyarakat harus menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan tugas.
Untuk itu, Nusron meminta seluruh jajaran memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal, terutama para petugas yang berhadapan langsung dengan pemohon di Kantor Pertanahan.
"Para eselon tiga paling berdekatan dengan fungsi-fungsi layanan pertanahan kepada masyarakat. Layani dengan hati. Kalau ada dokumen yang belum sesuai, jangan serta-merta ditolak, tetapi dibantu dan didampingi. Kondisi masyarakat kita berbeda-beda. Ada yang sudah memahami persyaratan karena melek digital, tetapi masih banyak yang perlu dibimbing," ujar Nusron.
Nusron melantik pejabat, dengan rincian 147 Pejabat Administrator, 4 Pejabat Fungsional, dan 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya untuk mengisi jabatan Inspektur Jenderal (Irjen) ATR/BPN, yaitu Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada.
Menteri ATR/Kepala BPN turut menekankan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik atau "good governance", disiplin, dan integritas atas amanah Irjen yang baru.
"Kami berharap pengawasan sifatnya bukan 'post factum' (setelah kejadian atau sesudah fakta tersebut terjadi), tapi pengawasan yang sifatnya 'early warning system' atau peringatan dini. Kalau bisa sebelum kejadian, kita sudah lakukan mitigasi-mitigasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Nusron pula.
Baca juga: Investigasi pagar laut selesai, Nusron pecat pegawai BPN yang terlibat
Baca juga: Kementerian ATR/BPN panggil pejabat administrator bergaya hidup mewah
"Pesan kami dalam pelantikan ini, tolong layani masyarakat dengan baik dan tidak mempersulit urusan orang," kata Nusron, di Jakarta, Kamis, saat melantik 152 pejabat yang mengikuti pelantikan secara luring dan daring.
Nusron menjelaskan bahwa 90 persen tugas dan fungsi Kementerian ATR/BPN adalah pelayanan publik. Oleh karena itu, tingkat kepuasan masyarakat harus menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pelaksanaan tugas.
Untuk itu, Nusron meminta seluruh jajaran memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal, terutama para petugas yang berhadapan langsung dengan pemohon di Kantor Pertanahan.
"Para eselon tiga paling berdekatan dengan fungsi-fungsi layanan pertanahan kepada masyarakat. Layani dengan hati. Kalau ada dokumen yang belum sesuai, jangan serta-merta ditolak, tetapi dibantu dan didampingi. Kondisi masyarakat kita berbeda-beda. Ada yang sudah memahami persyaratan karena melek digital, tetapi masih banyak yang perlu dibimbing," ujar Nusron.
Nusron melantik pejabat, dengan rincian 147 Pejabat Administrator, 4 Pejabat Fungsional, dan 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya untuk mengisi jabatan Inspektur Jenderal (Irjen) ATR/BPN, yaitu Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Widada.
Menteri ATR/Kepala BPN turut menekankan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik atau "good governance", disiplin, dan integritas atas amanah Irjen yang baru.
"Kami berharap pengawasan sifatnya bukan 'post factum' (setelah kejadian atau sesudah fakta tersebut terjadi), tapi pengawasan yang sifatnya 'early warning system' atau peringatan dini. Kalau bisa sebelum kejadian, kita sudah lakukan mitigasi-mitigasi sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Nusron pula.
Baca juga: Investigasi pagar laut selesai, Nusron pecat pegawai BPN yang terlibat
Baca juga: Kementerian ATR/BPN panggil pejabat administrator bergaya hidup mewah





