JAKARTA - Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah Badan Komunikasi (Bakom) RI, Ulta Levenia Nababan, dikabarkan mundur dari jabatannya. Ulta mengumumkan mundur sebagai Deputi di Bakom melalui akun Instagramnya.
Dalam unggahannya, Ulta mengawali dengan ucapan terima kasih karena dapat bekerja di Bakom selama 6 bulan. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).
“Terima kasih Bakom RI atas kesempatan saya belajar dan bekerja,”tulis @leveenia, dikutip Okezone, Kamis (29/10/2026).
“Saya mendapat banyak pengalaman baru dan menurut saya sudah memberikan versi terbaik saya untuk Bakom RI selama 6 bulan ini menjadi Deputi IV dan Deputi I,” lanjut Ulta.
Namun demikian, dirinya tetap akan mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto meskipun dia tidak lagi di Istana.
“Luar biasa ternyata bekerja dengan birokrasi yang begitu rumitnya. Tapi saya dengan senang hati mengundurkan diri dan menemukan cara lain untuk membela Presiden Prabowo kebanggaan saya dan demi negeri yang saya cintai ini,” pungkasnya.
Baca Juga:Sidang Lanjutan Syarat Pendidikan Gibran Digelar Besok, Akademisi: Pembuktiannya Akan SulitSekadar diketahui, Ulta Levenia menjadi sorotan setelah mengaitkan erupsi sejumlah gunung api di Indonesia dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) milik Amerika Serikat.
Dalam unggahannya, Ulta mempertanyakan apakah erupsi ini murni fenomena alam atau ada faktor lain yang patut dipertimbangkan. Pernyataan itu memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.
#nasional




