Manado (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palu berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Laboratorium Prodia menyelenggarakan pemeriksaan pap smear bagi perempuan di daerah tersebut, guna mencegah kanker serviks..
"Pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya deteksi dini untuk mengetahui adanya perubahan sel pada leher rahim atau serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu dr Endang Triana Simanjuntak di Palu, Kamis.
Dia mengatakan kanker serviks salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius sehingga kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi hal penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan sejak dini.
Perempuan diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan hanya karena merasa sehat atau belum mengalami keluhan tertentu.
Ia mengatakan kanker serviks masih menjadi pembunuh nomor satu perempuan di Indonesia sehingga pemeriksaan ini wajib bagi perempuan yang sudah memiliki pasangan atau yang sudah memiliki riwayat hubungan seks aktif.
“Pap smear ini bukan untuk menyembuhkan, tetapi untuk deteksi dini. Jadi jangan khawatir, dengan mengetahui lebih awal, maka penanganan dapat lebih cepat dilakukan. Jangan sampai terdeteksinya saat sudah grade 3a atau 3b, di mana pragnosisnya sudah tidak begitu bagus sehingga pembiayaan JKN-nya pasti juga akan lebih besar. Tahun ini saja kanker mulut rahim masuk dalam 10 besar pembiayaan yang tertinggi di BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Ia mengatakan BPJS Kesehatan akan selalu ada untuk menemani masyarakat, namun harapannya langkahnya bukan saat pengobatan, tetapi pencegahan, seperti pola hidup dan konseling kesehatan kepada remaja putri.
“Pemeriksaan ini tidaklah murah, BPJS akan membayar pemeriksaan pap smear ini ke Prodia. Segmentasi perubahan pembiayaan program JKN harapannya berada di pencegahan, ditemukan sejak dini dan diobati lebih mudah dan berdampak baik,” katanya.
Baca juga: Vaksin HPV dan dukungan komunitas efektif cegah kanker serviks
Ia menyampaikan kegiatan ini juga akan dibuka secara nasional oleh Direksi BPJS Kesehatan dan dilaksanakan secara serentak pada 29 Oktober 2026.
“Sebarkan info ini, agar semakin banyak masyarakat yang ikut dalam pemeriksaan pap smear, mencegah tentunya lebih baik dari pada mengobati," kata Endang.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menyatakan bangga terhadap BPJS Kesehatan atas program-programnya.
Ia juga berterima kasihnya kepada BPJS Kesehatan dan Laboratorium Prodia atas kolaborasi dalam kegiatan ini, khususnya pemeriksaan bagi aparatur sipil negara (ASN), sehingga dapat dilakukan pencegahan dini kasus kanker serviks.
“Kanker mulut rahim ini banyak ditemui pada perempuan usia 40-an. Penyebab paling utamanya adalah perilaku seks, sehingga harus rutin dilakukan pap smear. Jika sudah terdeteksi pada stadium dua atau tiga, maka sudah harus dilakukan kemoterapi. Secara penjaminan, BPJS memang menjamin sekalipun mahal,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga.
Salah satu langkah penting dilakukan perempuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi, yakni pemeriksaan pap smear.
“Jadi jangan takut ya. Pemeriksaan ini juga gratis karena dijamin oleh BPJS. Untuk hari ini, bisa langsung dilayani di lantai bawah kantor gubernur dan untuk selanjutnya bisa langsung ke Laboratorium Prodia. Cukup membawa KTP, jadi seluruh warga Sulawesi Tengah bisa melakukan pemeriksaan pap smear ini. Pemeriksaan ini dibuka sampai dengan 25 November 2026,” katanya.
Ia menjelaskan perempuan yang sehat memiliki kesempatan lebih besar menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari secara optimal.
Oleh karena itu, kepedulian terhadap kesehatan diri perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Baca juga: Kemenkes targetkan 1,5 juta perempuan diskrining HPV DNA pada 2026
Baca juga: Perempuan sudah menikah dianjurkan jalani pemeriksaan Pap Smear
"Pemeriksaan ini menjadi salah satu upaya deteksi dini untuk mengetahui adanya perubahan sel pada leher rahim atau serviks yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks," ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu dr Endang Triana Simanjuntak di Palu, Kamis.
Dia mengatakan kanker serviks salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius sehingga kesadaran perempuan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala menjadi hal penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan sejak dini.
Perempuan diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan hanya karena merasa sehat atau belum mengalami keluhan tertentu.
Ia mengatakan kanker serviks masih menjadi pembunuh nomor satu perempuan di Indonesia sehingga pemeriksaan ini wajib bagi perempuan yang sudah memiliki pasangan atau yang sudah memiliki riwayat hubungan seks aktif.
“Pap smear ini bukan untuk menyembuhkan, tetapi untuk deteksi dini. Jadi jangan khawatir, dengan mengetahui lebih awal, maka penanganan dapat lebih cepat dilakukan. Jangan sampai terdeteksinya saat sudah grade 3a atau 3b, di mana pragnosisnya sudah tidak begitu bagus sehingga pembiayaan JKN-nya pasti juga akan lebih besar. Tahun ini saja kanker mulut rahim masuk dalam 10 besar pembiayaan yang tertinggi di BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Ia mengatakan BPJS Kesehatan akan selalu ada untuk menemani masyarakat, namun harapannya langkahnya bukan saat pengobatan, tetapi pencegahan, seperti pola hidup dan konseling kesehatan kepada remaja putri.
“Pemeriksaan ini tidaklah murah, BPJS akan membayar pemeriksaan pap smear ini ke Prodia. Segmentasi perubahan pembiayaan program JKN harapannya berada di pencegahan, ditemukan sejak dini dan diobati lebih mudah dan berdampak baik,” katanya.
Baca juga: Vaksin HPV dan dukungan komunitas efektif cegah kanker serviks
Ia menyampaikan kegiatan ini juga akan dibuka secara nasional oleh Direksi BPJS Kesehatan dan dilaksanakan secara serentak pada 29 Oktober 2026.
“Sebarkan info ini, agar semakin banyak masyarakat yang ikut dalam pemeriksaan pap smear, mencegah tentunya lebih baik dari pada mengobati," kata Endang.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menyatakan bangga terhadap BPJS Kesehatan atas program-programnya.
Ia juga berterima kasihnya kepada BPJS Kesehatan dan Laboratorium Prodia atas kolaborasi dalam kegiatan ini, khususnya pemeriksaan bagi aparatur sipil negara (ASN), sehingga dapat dilakukan pencegahan dini kasus kanker serviks.
“Kanker mulut rahim ini banyak ditemui pada perempuan usia 40-an. Penyebab paling utamanya adalah perilaku seks, sehingga harus rutin dilakukan pap smear. Jika sudah terdeteksi pada stadium dua atau tiga, maka sudah harus dilakukan kemoterapi. Secara penjaminan, BPJS memang menjamin sekalipun mahal,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa menjaga kesehatan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga.
Salah satu langkah penting dilakukan perempuan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi, yakni pemeriksaan pap smear.
“Jadi jangan takut ya. Pemeriksaan ini juga gratis karena dijamin oleh BPJS. Untuk hari ini, bisa langsung dilayani di lantai bawah kantor gubernur dan untuk selanjutnya bisa langsung ke Laboratorium Prodia. Cukup membawa KTP, jadi seluruh warga Sulawesi Tengah bisa melakukan pemeriksaan pap smear ini. Pemeriksaan ini dibuka sampai dengan 25 November 2026,” katanya.
Ia menjelaskan perempuan yang sehat memiliki kesempatan lebih besar menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sehari-hari secara optimal.
Oleh karena itu, kepedulian terhadap kesehatan diri perlu menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehat.
Baca juga: Kemenkes targetkan 1,5 juta perempuan diskrining HPV DNA pada 2026
Baca juga: Perempuan sudah menikah dianjurkan jalani pemeriksaan Pap Smear





