Puluhan Warga di Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik Kertas: Alami Sesak Napas-Muntah

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Puluhan warga Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga terpapar gas dari area pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 pada Kamis (29/10).

Insiden tersebut diduga berasal dari reaksi kimia produk kaporit yang terkena air hujan di area pabrik.

Berdasarkan data yang dihimpun dari RS Rosela Karawang Barat, sebanyak 44 warga menjalani perawatan. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Asep Suryana, menyebut jumlah warga terdampak masih berpotensi bertambah karena gas menyebar melalui udara.

Warga sesak napas dan mata perih

Salah seorang warga Kutamekar, Roham, mengaku mengalami sesak napas serta rasa perih pada mata dan hidung sejak waktu subuh.

"Itu waktu masih subuh aja di dalam rumah itu sudah berasa perihnya gitu, ke mata. Kabutnya juga sampai ke dalam-dalam, ke dalam rumah," kata Roham.

Ia mengatakan, salah satu anggota keluarganya harus dibawa ke RS Rosela untuk mendapatkan penanganan medis. Roham juga menyebut sejumlah warga mengalami muntah-muntah dan rasa perih hingga tenggorokan.

"Ada yang sesek napas, perih sampai muntah-muntah," katanya.

Asep Suryana membenarkan adanya warga yang terdampak insiden tersebut. Berdasarkan penelusuran DLH Karawang, sumber kejadian bukan berasal dari proses produksi, melainkan produk kaporit dalam karung yang meledak.

"Sumbernya dari kaporit," kata Asep.

Pindo Deli sebut kaporit terkena air hujan

Manajemen PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 mengakui adanya bau menyengat disertai asap di area pabrik. Dalam keterangan tertulis, perusahaan menyebut asap dan bau tersebut berasal dari reaksi dekomposisi produk kaporit atau Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) setelah terkena air hujan.

Head Sustainability PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, Mei Yudi Pransuri, menjelaskan, insiden bermula saat perusahaan menyiapkan pengiriman produk kaporit kepada pelanggan pada shift pertama, Kamis (29/10). Produk tersebut telah dipindahkan ke dekat area pre-loading sejak shift sebelumnya.

"Terhadap material yang dipindahkan ke area pre-loading sebenarnya telah dilakukan penutupan menggunakan terpal dan palet kayu. Namun, hujan cukup lebat disertai angin kencang terjadi, sehingga air hujan mengenai produk Kaporit tersebut," ujar Mei Yudi dalam keterangan tertulisnya.

Menurut perusahaan, paparan air hujan memicu reaksi dekomposisi pada bahan kimia tersebut. Petugas gudang kaporit mendeteksi asap dan bau tajam dari area pre-loading pada pukul 04.52 WIB.

Tiga menit kemudian, tim pemadam kebakaran (damkar) bersama tim pendukung perusahaan menuju lokasi untuk menyemprot area penyebaran gas. Langkah itu dilakukan untuk menekan penyebaran gas.

Sementara itu, perusahaan menangani titik utama sumber asap secara intensif dengan metode penimbunan pasir untuk menghentikan proses dekomposisi kimia.

"Perusahaan terus melakukan usaha penanggulangan untuk memastikan sebaran gas benar-benar dapat dihentikan," tegas Mei Yudi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kembali Turun ke Jalan, Poros Barisan Mahasiswa Bandung Tagih Janji Prabowo-Gibran
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Periksa Rudy Susmanto, Dua Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Didalami
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bahlil Lapor ke Prabowo Soal Listrik Desa hingga Perkembangan Pabrik Baterai Mobil Listrik
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
BNPB Sebut Titik Api Karhutla di Papua Selatan Turun 78%
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Ikan Asin Disemprot Insektisida, Waka Komisi IX Minta BPOM Perketat Pengawasan
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.