Beeru Stevia Disorot Usai Hasil Uji Lab Viral, Penjualan Disetop!

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Produk pemanis Beeru Stevia tengah menjadi sorotan setelah hasil uji laboratorium yang dibagikan influencer Dokter Detektif (Doktif) menunjukkan adanya kandungan pemanis buatan sukralosa dan neotam. Padahal, informasi produk menyatakan bahwa Beeru berisi stevia murni. 

Usai temuan tersebut viral, pihak Beeru Indonesia menghentikan sementara penjualan produknya.

Baca Juga :
5 Jenis Minuman yang Menghambat Penurunan Berat Badan
Makanan Manis Gak Baik Buat Kesehatan, Begini Tips Berhenti Kecanduan Gula dari Zaidul Akbar

Stevia adalah pemanis alami pengganti gula yang berasal dari daun tanaman Stevia rebaudiana. Stevia murni tidak mengandung kalori atau karbohidrat serta memiliki indeks glikemik nol, sehingga sering menjadi alternatif pengganti gula bagi penderita diabetes maupun pejuang diet.

Awal mula polemik

Polemik ini bermula ketika Doktif mengulas produk Beeru Stevia yang dipasarkan sebagai pemanis untuk masyarakat yang menderita diabetes atau mengurangi asupan kalori. Dalam video yang beredar di media sosial, Doktif mempertanyakan klaim nol kalori pada produk tersebut setelah menemukan adanya kandungan karbohidrat berdasarkan hasil pengujian laboratorium.

"Dan tadi dokter dengar kan nol kalori ya. Dan cocok digunakan untuk teman-teman yang lagi diet dan defisit kalori. Tapi berdasarkan hasil lab, dokter kurang setuju," ujar Doktif dalam video tersebut, dikutip Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan dokumen hasil uji yang ditampilkan, produk tersebut memiliki kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen dan energi total 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan kandungan sukralosa sebesar 101.297,89 miligram per liter (mg/L) dan neotam sebesar 5.280,99 mg/L.

Doktif menyoroti keberadaan kedua pemanis buatan tersebut karena menurutnya tidak tercantum dalam daftar komposisi produk.

"Kalian lihat, ada neotam dan sukralosa. Itu adalah pemanis buatan. Sementara di komposisinya tidak tertulis neotam dan sukralosa," katanya.

Doktif juga membandingkan hasil pengujian tersebut dengan ketentuan batas penggunaan pemanis buatan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ia mengklaim kandungan kedua zat tersebut jauh melampaui batas yang diperbolehkan. 

Namun, perbandingan ini perlu memperhatikan kategori pangan, bentuk produk, dan takaran penggunaannya sebelum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran ketentuan BPOM. Doktif kemudian meminta BPOM melakukan pemeriksaan dan pengujian terhadap pabrik yang memproduksi pemanis tersebut.

Baca Juga :
Gula Jagung Lebih Aman dibanding Gula Putih?
Benarkah Pemanis Buatan Lebih Berbahaya Dibanding Pemanis Alami?
BPOM Buka Suara Terkait Studi WHO Soal Pemanis Makanan Aspartam Picu Kanker

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Jenis Bopeng Bekas Jerawat dan Penyebabnya
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Vino G. Bastian Akui Kesulitan Lafalkan Bahasa Arab saat Syuting Film Hamka: Awal Mula
• 21 jam laluintipseleb.com
thumb
Driver Maxim Diserang Pakai Golok di Tangerang, Kepala dan Bibir Korban Kena 22 Jahitan
• 9 jam laludisway.id
thumb
DP3AP2 DIY Luncurkan PRIMA GO, Dorong Akses Teknologi bagi Pengusaha Perempuan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Gambaran Kehidupan Masa Depan Robotika ala AiMOGA
• 10 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.