IAS Pertemukan AMK dan Islam, Siapa Paling Siap Membesarkan Golkar Jeneponto?

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JENEPONTO – Perebutan kursi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Jeneponto bukan sekedar pertarungan dua nama. Musyawarah Daerah (Musda) kali ini juga menjadi ujian untuk menentukan siapa yang paling siap membesarkan partai berlambang pohon beringin tersebut.

Dua figur kini berada dalam pusaran persaingan. Wakil Bupati Jeneponto, Islam Iskandar Karaeng Tumpu berhadapan dengan Alamsyah Mahadi Kulle (AMK) Karaeng Sewang, mantan Ketua KONI Jeneponto.

Keduanya memiliki modal berbeda. Islam Iskandar berada di lingkaran pemerintahan, sementara AMK disebut memiliki dukungan dari DPD I Golkar Sulawesi Selatan.

Persaingan tersebut semakin menarik setelah Ketua DPD I Golkar Sulsel, Ilham Arif Sirajuddin (IAS), mempertemukan keduanya di Makassar, Selasa (27/10/2026) malam.

Pertemuan itu menjadi bagian dari dinamika menjelang Musda Golkar Jeneponto. Namun, hingga Rabu (28/10/2026), belum ada keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin partai tersebut.

Pincam Golkar Turatea, Ian Kamaluddin mengungkapkan bahwa Islam Iskandar masih berupaya mendapatkan diskresi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

“Sudah dikasi ketemu tadi malam ini, Islam dan Karaeng Sewang. Duduk bertiga bersama Pak IAS di Makassar, cuma masih ngototki Islam, dia siap urus diskresi di Jakarta (DPP Golkar),” kata Ian kepada FAJAR, Rabu (28/10/2026).

Di tengah persaingan tersebut, AMK disebut mendapat dukungan penuh dari DPD I Golkar Sulsel. Ian menilai, kemampuan merangkul berbagai pihak menjadi salah satu keunggulan AMK.

Menurutnya, kepemimpinan Golkar Jeneponto ke depan membutuhkan figur yang mampu menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah sekaligus menyatukan kekuatan internal partai.

“Kenapa AMK karena dia punya kekuatan untuk merangkul, beda dengan Islam. Islam ini kan ada sekat, sementara kerja-kerja organisasi ke depan butuh orang-orang yang punya kedekatan dengan pemerintah,” ujarnya.

Bagi Ian, hubungan antara partai dan pemerintah daerah menjadi pertimbangan penting dalam membangun kekuatan politik Golkar.

“Setengah matiki di partai kalau baku lawan dengan bupati, itu yang saya tidak mau,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ketua Golkar berikutnya tidak hanya berkutat pada konsolidasi internal. Kemampuan membangun komunikasi politik dengan pemerintah daerah juga menjadi perhatian.

Meski demikian, pandangan tersebut merupakan penilaian Ian. Kemampuan kedua kandidat dalam memimpin, merangkul kader dan membesarkan partai tetap menjadi hal yang perlu diuji melalui proses Musda dan kepemimpinan mereka nantinya.

Ian sendiri mengakui bahwa kedua figur tersebut sama-sama layak. Namun, ia menilai peluang Islam Iskandar bergantung pada persetujuan diskresi dari DPP Golkar.

“Keduanya layak, tapi Islam kalau tidak dapat diskresi tidak bisa,” tegasnya.

Di sisi lain, posisi Islam Iskandar sebagai Wakil Bupati Jeneponto membuat persaingan ini memiliki dimensi tersendiri.

Jabatan di pemerintahan dapat menjadi modal membangun komunikasi politik. Namun, dalam pencalonan Ketua DPD II Golkar, persoalan persyaratan organisasi justru menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapinya.

Ian menyebut salah satu persyaratan pencalonan adalah pengalaman menjadi pengurus partai sekurang-kurangnya lima tahun. Menurut dia, Islam Iskandar baru sekitar dua tahun menjadi kader, sedangkan AMK telah lebih lama berkiprah di Golkar.

“Syarat menjadi ketua DPD harus menjadi pengurus partai minimal lima tahun, makanya jika mau lolos ada diskresi dan pernah ikut diklat. AMK sudah lama jadi kader, Islam baru dua tahun,” jelas Ian.

Ia juga menegaskan bahwa DPD I Golkar Sulsel memahami situasi politik di Jeneponto dan menginginkan hubungan yang baik antara partai dengan pemerintah daerah.

“DPD I Sulsel tahu persis situasi di Jeneponto, DPD I tidak mau ada sekat antara pemerintah dengan partai,” katanya.

Ian turut menyebut Islam Iskandar diberikan waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri menghadapi Musda.

Dengan demikian, peluang Islam tidak hanya bergantung pada kapasitas politiknya, tetapi juga pada terpenuhinya persyaratan pencalonan melalui mekanisme yang berlaku di internal partai.

Hingga berita ini ditulis, Islam Iskandar belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai pertemuannya dengan IAS dan rencana pengajuan diskresi ke DPP Golkar.

Sementara itu, AMK alias Karaeng Sewang menawarkan visi penguatan organisasi sebagai modal untuk memimpin Golkar Jeneponto.

Setelah menuntaskan pengabdiannya sebagai Ketua KONI Jeneponto dan memastikan telah berlangsungnya musyawarah organisasi tersebut, ia ingin melanjutkan pengabdian melalui Partai Golkar.

“Pengabdian sebagai Ketua KONI sudah selesai dan alhamdulillah sudah melaksanakan musyawarah, dan sudah ada ketua KONI baru,” ungkapnya.

Karaeng Sewang menilai, Golkar Jeneponto membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kader, menggerakkan struktur organisasi, dan mengarahkan kekuatan politik untuk kepentingan masyarakat.

“Bismillahirrahmanirrahim. Partai Golkar Kabupaten Jeneponto membutuhkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan, menggerakkan organisasi, dan mengembalikan seluruh energi politik partai untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.

Baginya, Musda bukan sekadar forum untuk memilih ketua. Momentum tersebut harus menjadi titik awal pembenahan organisasi sekaligus menentukan arah masa depan Golkar Jeneponto.

Ia menginginkan struktur partai yang tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga aktif bekerja hingga tingkat desa dan kelurahan.

Jika mendapat amanah memimpin DPD II Golkar Jeneponto, Karaeng Sewang berkomitmen menjadikan partai sebagai rumah besar seluruh kader, termasuk ruang pengabdian bagi generasi muda.

Ia juga menegaskan tidak boleh ada kader yang merasa ditinggalkan dan tidak boleh ada struktur organisasi yang hanya hidup di atas kertas.

Baginya, kerja politik harus terus berjalan meski pemilu telah usai. Golkar harus hadir di tengah masyarakat melalui program dan perjuangan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya.

“Solid Mengakar, Bergerak Berkarya, Menang Bersama Rakyat,” menjadi semangat yang ingin dibawanya untuk membangun Golkar Jeneponto.

Persaingan AMK dan Islam Iskandar pada akhirnya menghadirkan pertanyaan mendasar, siapa yang paling siap membesarkan Golkar Jeneponto?

Islam Iskandar memiliki posisi strategis di pemerintahan, tetapi masih menghadapi persoalan persyaratan pencalonan yang menurut Ian perlu ditempuh melalui diskresi DPP.

Sementara itu, AMK disebut memiliki dukungan DPD I Golkar Sulsel dan dinilai mempunyai kemampuan merangkul berbagai pihak. Ia juga menawarkan agenda penguatan organisasi hingga tingkat akar rumput. (map)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Politik, dari dua tahun Prabowo-Gibran hingga DPR soal demo Mahasiswa
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Identik dengan Kesan Glamour, Ivan Gunawan Jadi Model Parfum Perempuan
• 22 jam lalugrid.id
thumb
BRI Super League: Yann Mabella Makin Pede di Persebaya, Siap Bantu Bajul Ijo Tundukkan Persijap
• 3 jam lalubola.com
thumb
Jangan Asal Beli Pompa Air, Ini yang Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Rumah!
• 18 jam laluherstory.co.id
thumb
Real Madrid Merilis Kompilasi 100 Gol Mbappé, Diduga Menantang PKT Secara Terbuka 
• 2 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.