Gelagapan Ditanya Kampus, Pria Berjas Almamater Undira Ngaku Dibayar di Acara Deklarasi Sumpah Pemuda

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Viral video seorang pria yang mengenakan jas almamater Undira, tampak kebingunan saat ditanya berasal dari kampus mana. Dirinya kini mengaku dibayar untuk hadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda.

Polda Metro Jaya baru saja menggelar acara bertajuk Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pemuda yang mengenakan jas almamater dari beberapa kampus, TNI-Polri, serta sejumlah selebriti tanah air, termasuk Raffi Ahmad yang kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden.

Selain Raffi Ahmad, hadir pula sejumlah selebriti lainnya seperti Willie Salim, Chika Jessica, hingga grup musik Moluccan Soul yang turut meramaikan acara. Beberapa pemuda tampak membacakan deklarasi Sumpah Pemuda di atas panggung beraksen warna biru.

Namun yang tak kalah menyedot perhatian adalah sosok-sosok di balik jas almamater dari sejumlah kampus tersebut. Sejumlah pemuda dan pemudi tersebut tampak kebingungan saat ditanya awak media terkait asal kampus mereka.

Dalam salah satu video yang viral, seorang pria yang mengaku bernama Dino, tampak gelagapan dan mengaku berasal dari kampus PSI.

"Dari Kampus mana Bang?" tanya wartawan Kompas.com kepada salah seorang pemuda yang mengenakan jas warna biru dongker.

Pria yang mengenakan jas almamater tersebut tampak kebingunan dan bertanya kepada temannya.

"Dari PSI," jawab pria tersebut.

"Hah, PSI? Oke, namanya siapa bang?" tanya wartawan lagi.

"Namanya Dino," ujarnya.

"Kemarin ikut demo nggak bang?" tanya wartawan.

 

"Hah, enggak, nggak ikut," ucapnya.

Usai menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda tersebut, para pemuda terlihat mengantre untuk mendapatkan sebuah bingkisan tas berwarna biru.

Video Klarifikasi

Setelah videonya viral, pria yang mengaku bernama Dino tersebut kembali muncul ke hadapan publik melalui sebuah video klarifikasi. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @bem_undira.

Organisasi Mahasiswa Universitas Dian Nusantara menegaskan bahwa pria di dalam video yang viral bukan merupakan bagian dari mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira). Hal itu lantaran pria tersebut mengenakan atribut jas almamater Undira.

"KLARIFIKASI!!!

Melalui video ini, kami perwakilan Organisasi Mahasiswa Universitas Dian Nusantara menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan merupakan bagian dari mahasiswa Universitas Dian Nusantara. orang yang ramai diperbincangkan di media sosial sudah mengakui hal tersebut, dan atribut almamater Universitas Dian Nusantara yang ia kenakan diberikan oleh pihak penyelenggara acara tersebut.Demikian klarifikasi ini kami sampaikan."

Dalam video klarifikasinya di Kampus Undira, pria yang mengaku bernama Dino tersebut rupanya memiliki nama asli Bayu Setiadi. Bayu mengaku bahwa dirinya bukan merupakan mahasiswa Universitas Dian Nusantara.

"Saya Bayu Setiadi alias Dino, saya adalah orang yang ada di video ini," ucapnya.

 

"Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara," lanjutnya.

Lebih lanjut, Bayu juga mengaku menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI atas undangan dari komunitas. Selain itu, dirinya juga mengaku dibayar oleh pihak penyelenggara.

"Saya mengikuti acara deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar," ujar Bayu Setiadi.

Terkait jas almamater yang ia kenakan, Bayu mengaku tidak mengetahui asal usul jas tersebut dan hanya menerimanya untuk dipakai di acara tersebut.

"Mengenai almamater yang saya kenakan itu diberikan kepada saya tanpa saya ketahui asal usulnya," lanjutnya.

Terakhir, Bayu mengucapkan terima kasih karena dirinya diperbolehkan untuk melakukan klarifikasi tanpa adanya intimidasi dan dijamin keamanannya oleh pihak Undira. Ia juga memohon maaf kepada pihak yang merasa dirugikan oleh perbuatannya tersebut, terutama pihak Universitas Dian Nusantara.

"Saya berterima kasih kepada rekan-rekan Ormawa Undira yang memberikan saya wadah klarifikasi tanpa mengintimidasi dan menjamin keamanan saya," tuturnya.

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang dirugikan, terutama kepada pihak Universitas Dian Nusantara. Di sini saya meminta maaf tanpa ada paksaan dan ini merupakan murni kesalahan saya yang tidak teliti menindak suatu pekerjaan. Terima kasih," pungkasnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MBG Prasmanan Bakal Diterapkan di 10 Ribu Dapur hingga Akhir Tahun
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Bawa Bom Molotov saat Demo, 13 Pria di Malang Jadi Tersangka
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Ditutup Anjlok 3,47 Persen ke 5.098
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Arti Kata Petrikor?-Jadi Lebih Paham
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hukum, dari demo ricuh di Malioboro hingga dakwaan Silmy Karim
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.