Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,52 Triliun hingga September 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD2,71 miliar atau Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD2,71 miliar atau Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 13,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,39 miliar, seiring pertumbuhan bisnis penerbangan dan optimalisasi lini usaha non-penerbangan.

Dari sisi profitabilitas, maskapai penerbangan tersebut mencatatkan laba usaha sebesar USD97,2 juta atau Rp1,75 triliun di periode yang sama. Sementara itu, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4,5 persen menjadi USD195,5 juta atau Rp3,2 triliun. Tekanan tersebut mencerminkan bahwa perseroan kesulitan memulihkan margin di tengah meningkatnya harga avtur.

Baca Juga:
Garuda (GIAA) dan Lion Air Tetap Layani Penerbangan ke Arab Saudi

Berdasarkan segmen usaha, pendapatan penerbangan berjadwal meningkat 12,6 persen atau USD233,2 juta, sedangkan penerbangan non-berjadwal tumbuh 2,1 persen atau USD6,3 juta. Sementara itu, pendapatan bisnis non-penerbangan melonjak 31,3 persen menjadi USD322,8 juta, bertambah USD77 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan bisnis non-penerbangan antara lain ditopang kenaikan pendapatan pemeliharaan pesawat dari pelanggan eksternal GMF AeroAsia sebesar 42,4 persen serta pendapatan layanan agen perjalanan sebesar 76,1 persen. 

Baca Juga:
Garuda (GIAA) Tunjuk Thomas Sugiarto Oentoro Jadi Dirut, Glenny Kairupan Jabat Komut

Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro menilai, capaian kinerja hingga September 2026 memberikan indikasi positif terhadap agenda transformasi perseroan. Hal ini didukung penguatan produktivitas, pemulihan kapasitas armada, serta optimalisasi potensi bisnis di seluruh entitas Grup.

"Keberlanjutan pertumbuhan Garuda Indonesia memerlukan fondasi bisnis penerbangan yang semakin kuat, sekaligus kontribusi yang lebih besar dari seluruh ekosistem usaha grup," ujar Thomas dalam keterangan resmi dikutip Jumat (30/10/2026).

Menurut Thomas, dukungan Danantara sebagai pemegang saham juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, optimalisasi aset, dan sinergi antarentitas usaha.

Dari sisi operasional, jumlah pesawat siap operasi Grup mencapai 106 unit hingga September 2026, terdiri atas 64 pesawat Garuda Indonesia dan 42 pesawat Citilink. Jumlah tersebut bertambah 24 pesawat dibandingkan 82 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya, seiring program reaktivasi armada dan optimalisasi kapasitas dengan dukungan Danantara.

Peningkatan ketersediaan armada turut mendorong jumlah penumpang menjadi 16,7 juta orang, naik dari 15,6 juta orang pada 9M25. Frekuensi penerbangan meningkat 7,9 persen menjadi 117.868 penerbangan. Selain itu, tingkat ketepatan waktu penerbangan (on-time performance atau OTP) mencapai 92,01 persen, membaik dibandingkan 86,15 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Thomas mengatakan, pemulihan armada harus diikuti peningkatan produktivitas dan optimalisasi jaringan penerbangan agar penambahan kapasitas memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap bisnis. Perseroan juga akan memperkuat utilisasi armada, efisiensi operasional, pengelolaan biaya, serta kontribusi seluruh lini usaha Grup untuk mempercepat pemulihan kinerja keuangan.

"Fokus kami ke depan adalah menerjemahkan setiap kemajuan operasional dan penguatan bisnis menjadi kinerja keuangan yang semakin sehat, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pelanggan," kata Thomas.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komdigi: Perlinsos Digital Segera Diluncurkan, Penguatan Data Terus Dilakukan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Politik, dari dua tahun Prabowo-Gibran hingga DPR soal demo Mahasiswa
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Nenek Bakar Cucu di Depok Sempat Berdalih Korban Kena Kompor Meledak
• 8 jam laludetik.com
thumb
Siapa Pemilik Beeru Stevia, Brand Lokal Disebut Doktif Pemanis Buatan Berlebihan
• 12 jam laludisway.id
thumb
Andre Rosiade Tinjau Pelaksanaan MBG di Padang, Murid dan Guru Berharap Program Prabowo Berlanjut
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.