Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang mendorong pembangunan ruas jalan Krueng Mane–Sawang–Batas Bireuen sepanjang sekitar 28 kilometer (km). Jalur penghubung Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen itu dinilai penting untuk memulihkan konektivitas masyarakat setelah bencana banjir. Terutama karena sebagian ruas yang telah dibangun kembali mengalami kerusakan. Hal itu disampaikan Tarmizi saat meninjau kondisi infrastruktur pascabencana di Kecamatan Sawang bersama Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr) Imran, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Baca juga: Mendagri dan Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera hingga Bantuan Daerah Berprestasi
Menurut Tarmizi, pembangunan sebagian ruas jalan telah didukung anggaran Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp21 miliar. Namun, pekerjaan perlu dilanjutkan agar akses tersebut dapat berfungsi secara optimal. "Alhamdulillah, kemarin sudah ada TKD Rp21 miliar, sudah dikerjakan," ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga:Langgar Kode Etik Jurnalistik, Inilah.com Disanksi Dewan Pers Wajib Minta Maaf ke MNC Bank!Tarmizi berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh dapat mempercepat penyelesaian ruas jalan tersebut. Salah satu opsi yang didorong ialah pemanfaatan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). "Saya berharap dana IJD, Inpres Jalan Daerah yang sudah ada, agar bisa difungsikan untuk Jalan Krueng Mane–Sawang–Batas Bireuen," katanya. Kelanjutan pembangunan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung akses menuju pusat pelayanan, kawasan permukiman, dan kegiatan ekonomi antardaerah. Pemulihan ruas jalan tersebut berkaitan dengan penanganan infrastruktur lain di Kecamatan Sawang, termasuk jembatan penghubung Aceh Utara dan Bireuen serta Sungai Sawang.
Baca Juga:Ekskavator Mulai Robohkan Klaster Mewah Lapas Cibinong, DPR: Bukan Aset Negara“Pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan kedua kabupaten telah mendapat alokasi anggaran dari pemerintah pusat dan diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan. Sambil menunggu, pemerintah daerah mendorong penyediaan akses darurat agar mobilitas warga tidak terus terganggu,” paparnya. Baca juga: Kasatgas Tito Kebut Pemulihan Pascabencana Sumatera, Targetkan Realisasi Kegiatan Tahun 2026 TuntasNormalisasi Sungai Sawang juga dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan infrastruktur di sekitarnya. Kondisi sungai berubah setelah bencana, sementara peningkatan debit air dari wilayah hulu saat hujan deras menjadi salah satu perhatian dalam penanganan kawasan tersebut.
Tarmizi berharap pembangunan jalan dan jembatan serta penanganan sungai dilakukan secara terpadu. Tarmizi juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh, sekaligus berharap upaya pemulihan dapat berlanjut hingga akses transportasi yang masih membutuhkan penanganan kembali berfungsi dengan baik. Sementara itu, Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr) Imran menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, Kementerian Pekerjaan Umum, dan instansi teknis terkait untuk mempercepat pemulihan infrastruktur. Menurut Imran, penanganan jalan perlu diintegrasikan dengan penanganan sungai agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif. Sejumlah akses jalan yang sebelumnya telah ditangani kembali rusak akibat banjir sehingga membutuhkan tindak lanjut.
Baca Juga:Dewan Pers Putuskan Inilah.com Langgar Kode Etik Jurnalistik, Wajib Minta Maaf kepada MNC Bank dan Masyarakat“Saya berharap koordinasi antarpemerintah dan instansi teknis dapat memastikan penanganan jalan maupun sungai berjalan secara terpadu,” ujarnya.
#daerah




