Chandra Asri (TPIA) Bukukan Penjualan Rp148 Triliun hingga September 2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penjualan bersih sebesar USD8,2 miliar atau Rp148 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penjualan bersih sebesar USD8,2 miliar atau Rp148 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan penjualan bersih sebesar USD8,2 miliar atau Rp148 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan juga mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar USD981 juta serta laba komprehensif USD394,9 juta. 

Dalam periode tersebut, Chandra Asri mencatatkan margin EBITDA sebesar 12 persen. Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan total aset USD14,2 miliar, ekuitas pemegang saham USD5 miliar, serta likuiditas mencapai USD4,2 miliar per 30 September 2026.

Baca Juga:
Susul BRPT hingga CUAN, TPIA Ikut Buyback Rp1 Triliun

"Kinerja tersebut memperkuat transformasi Chandra Asri dari perusahaan petrokimia dengan satu lokasi operasi menjadi platform regional terdiversifikasi yang mencakup tiga pilar bisnis, yakni Energi dan Kimia, Infrastruktur Terintegrasi, serta Solusi Mobilitas," kata General Manager Komunikasi Korporat Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).

Dari sisi peringkat kredit, PEFINDO meningkatkan prospek peringkat perseroan menjadi Positif dengan mempertahankan peringkat idAA-.

Baca Juga:
Chandra Asri (TPIA) Perbesar Alokasi Buyback Saham Jadi Rp2 Triliun

Pada segmen Energi dan Kimia, perseroan membukukan pendapatan USD8,7 miliar dengan hasil segmen sebesar USD604 juta. Di Singapura, program peremajaan aset, peningkatan operasional, dan integrasi bahan bakar penerbangan terus berjalan. Sementara itu, di Indonesia, pembangunan fasilitas soda kaustik dan etilena diklorida (ethylene dichloride/EDC) telah mencapai progres 80 persen.

Proyek yang didukung pendanaan USD200 juta dari Danantara dan Indonesia Investment Authority (INA) tersebut ditargetkan beroperasi pada 2027. Fasilitas di Cilegon, Banten, itu memiliki kapasitas produksi soda kaustik sebesar 400.000 ton per tahun dan diharapkan dapat mendukung substitusi impor. Proyek ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 3.250 lapangan kerja selama tahap konstruksi dan operasional.

Sementara itu, segmen Infrastruktur Terintegrasi mencatatkan pendapatan USD183,4 juta dengan hasil segmen USD2,5 juta. Perseroan terus memperluas aset melalui penambahan dua kapal tanker kimia berkapasitas masing-masing 9.000 ton, peningkatan kapasitas pengolahan air Krenceng sebesar 600 liter per detik, serta fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak. Proyek pelabuhan dan fasilitas penyimpanan tambahan telah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan beroperasi pada 2027.

Pada segmen Solusi Mobilitas, Chandra Asri membukukan pendapatan USD414,1 juta dengan hasil segmen USD103,7 juta. Penguatan bisnis ini dilakukan melalui akuisisi Cycle & Carriage yang rampung pada 15 Oktober 2026. Akuisisi tersebut menghadirkan platform distribusi dan ritel otomotif di Singapura dan Malaysia dengan rekam jejak lebih dari 125 tahun serta kemitraan jangka panjang dengan Mercedes-Benz.

Bisnis Cycle & Carriage mencakup kendaraan konvensional, hybrid, dan listrik. Akuisisi ini diperkirakan mulai memberikan kontribusi positif terhadap laporan laba rugi pada kuartal IV-2026 serta meningkatkan tingkat pendapatan tahunan grup menjadi USD15 miliar.

Di bidang keberlanjutan, Chandra Asri meraih peringkat CDP B untuk perubahan iklim dan A- untuk ketahanan air, peringkat MSCI BBB, serta skor Risiko Rendah Sustainalytics sebesar 16,4. Perseroan juga memperoleh skor keberlanjutan S&P Global sebesar 66, yang menempatkannya dalam 15 persen perusahaan teratas di industri kimia global.

Ke depan, Chandra Asri menargetkan penciptaan lebih dari 1.000 lapangan kerja di Indonesia hingga 2028 melalui ekspansi ketiga pilar bisnisnya, termasuk pengembangan fasilitas manufaktur kimia di Cilegon. 

Dengan platform regional dan sumber pendapatan yang semakin terdiversifikasi, perseroan akan berfokus pada keunggulan operasional, disiplin alokasi modal, serta optimalisasi sinergi untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonom: Perlu integrasi strategi perdagangan internasional-investasi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Perusahaan Tergolong Patuh Penuhi Pembayaran Pajak, Kanwil DJP Sulselbartra akan Ganjar Penghargaan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Bawa Bom Molotov saat Demo, 13 Pria di Malang Jadi Tersangka
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Geledah Enam Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Sejumlah Dokumen
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dwi Bagus Ngumpet 12 Hari di Gubuk Padepokan Jombang Usai Bunuh Istri dan Anak
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.