Wamenko Hanif: Penanganan karhutla dekat bandara jadi prioritas

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dekat kawasan bandara menjadi salah satu prioritas untuk wilayah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Kita optimalkan penanganan karhutla di ring satu atau di daerah yang berbatasan atau berdekatan dengan bandara. Kita bersyukur penerbangan sudah mulai bisa dijalankan," kata Hanif di Palangka Raya, Jumat.

Hal itu dia sampaikan saat memimpin apel bersama tim gabungan penanganan karhutla di Jalan Talawang Raya yang lokasinya berdekatan dengan kawasan bandara.

Wamenko melaksanakan peninjauan langsung ke lapangan sekaligus mengevaluasi penanganan karhutla berkaitan dengan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional (KSPEAN) di Kalimantan Tengah.

"Untuk di Palangka Raya ada 175 regu yang terlibat. Semuanya dikoordinasikan dengan baik oleh pemerintah provinsi dengan dukungan lainnya," jelasnya.

Hanif memaparkan penanganan karhutla di Palangka Raya di antaranya adalah menyasar kawasan Jalan Talawang Raya dan lokasi lainnya dengan fokus mencapai ratusan hektare. Penanganan karhutla tak hanya berkaitan pemadaman api, tetapi juga pendinginan ataupun pembasahan lahan gambut.

Ia menjelaskan upaya penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, berbagai kelompok pemadam kebakaran serta lainnya.

Ia menambahkan, tim di lapangan akan dibagi menjadi 36 kelompok kerja berdasarkan titik-titik sumber air yang tersedia. Pembagian tersebut diharap memperkuat efektivitas pemadaman sekaligus memastikan penanganan menjangkau seluruh area terdampak.

Hanif juga mengingatkan kondisi cuaca masih menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) curah hujan dengan pola normal baru diperkirakan terjadi pada akhir November.

Sementara itu, hujan yang terjadi saat ini merupakan hasil operasi modifikasi cuaca. Namun, keterbatasan kandungan uap air membuat upaya pemadaman di lapangan tetap harus diperkuat.

"Karena itu, kita tetap harus memperkuat tenaga lapangan. Semua daya yang kita miliki harus dikerahkan untuk menuntaskan penanganan ini," tegasnya.

Baca juga: TNI AU sebar 42 ton garam untuk ciptakan hujan buatan di Sumsel

Baca juga: Polda Kaltim tetapkan 33 tersangka kasus karhutla


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Tabrakan Maut Kereta Cepat di Spanyol, 68 Orang Meninggal Dunia
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kemendagri Dorong Harmonisasi Produk Hukum Daerah dan Percepatan Pembentukan Satgas MBG
• 20 menit lalukumparan.com
thumb
KPK Ungkap Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Dugaan Korupsi Cukai PT Djarum
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
5 Kalimat yang Pantang Diucap Orang Terdidik
• 18 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dari Modal ke Masa Depan: Andi Amri Bakti Bedah Kunci Usaha Anggota Koperasi Syariah Lewat Teknologi
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.