Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Pengembangan Drone Militer Korea Utara

kompas.tv
58 menit lalu
Cover Berita
Foto yang dirilis pemerintah Korea Utara memperlihatkan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengamati uji coba drone di lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara, Kamis (18/9/2025). (Sumber: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dilaporkan memerintahkan percepatan pengembangan teknologi pesawat nirawak atau drone militer.

Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan pada Jumat (30/10/2026), Kim menyampaikan arahan tersebut saat mengunjungi pameran drone di negaranya pada Kamis (29/10/2026).

Dalam pidatonya, Kim menekankan pentingnya mencapai keunggulan mutlak dalam teknologi drone.

Ia juga mengumumkan langkah-langkah untuk mempercepat pengembangan dan memperkuat teknologi penerbangan nirawak, tanpa memerinci bentuk kebijakan yang akan diterapkan.

Menurut KCNA, Korea Utara kemudian menggelar uji coba sejumlah drone, rudal, dan persenjataan lain, termasuk sistem peluncur roket multipel berpresisi tinggi berkaliber 600 milimeter.

Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un mengamati uji coba persenjataan tersebut. Putrinya yang masih remaja juga terlihat mendampingi Kim dalam kegiatan itu.

Baca Juga: Korea Utara Klaim Uji Coba Torpedo Baru Berteknologi AI

Korea Utara Tembakkan 10 Rudal Balistik

Pengumuman pengembangan drone tersebut muncul sehari setelah militer Korea Selatan melaporkan Korea Utara meluncurkan sekitar 10 rudal balistik jarak pendek ke arah laut.

Seperti dikutip dari Associated Press, peluncuran itu merupakan aktivitas penembakan rudal balistik pertama Korea Utara dalam 17 hari.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pyongyang meningkatkan aktivitas uji coba senjata di tengah ketegangan dengan Seoul. Langkah tersebut juga berlangsung ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keinginannya untuk kembali membuka dialog dengan Kim Jong Un.

Korea Utara telah menghentikan perundingan dengan AS dan Korea Selatan setelah diplomasi tingkat tinggi antara Kim dan Trump gagal mencapai kesepakatan pada 2019.

Peningkatan aktivitas militer itu dinilai berpotensi menjadi bagian dari upaya Pyongyang memperkuat posisi tawarnya apabila perundingan dengan Washington kembali berlangsung.

Ketegangan di Perbatasan

Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan juga memburuk setelah ledakan ranjau darat di wilayah perbatasan pada bulan lalu yang melukai tiga tentara Korea Selatan.

Seoul menuduh Pyongyang menanam ranjau hingga melewati garis demarkasi militer dan meminta Korea Utara menyampaikan permintaan maaf. Namun, Pyongyang membantah bertanggung jawab atas ledakan tersebut dan memperingatkan akan melakukan pembalasan jika diprovokasi.

Baca Juga: Korea Utara Uji Coba Rudal dari Bawah Laut, Pertama dalam 3 Tahun Terakhir

Pekan lalu, Korea Utara juga mengancam akan kembali menyiarkan propaganda melalui pengeras suara di perbatasan serta menempatkan sistem persenjataan baru di kawasan tersebut.

Kedua negara secara teknis masih berada dalam kondisi perang karena konflik Korea pada 1950-1953 berakhir dengan perjanjian gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Kim Perkuat Hubungan dengan China

Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Selatan dan kebuntuan diplomasi dengan AS, Kim Jong Un berupaya memperkuat hubungan dengan China.

Kim melakukan kunjungan mendadak ke sebuah kota perbatasan China pada Sabtu (24/10/2026) melalui jembatan yang baru dibuka. Dalam kunjungan itu, ia menyatakan komitmen untuk mengembangkan hubungan bilateral.

China merupakan jalur ekonomi penting bagi Korea Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, Pyongyang juga mempererat hubungan dengan Rusia, termasuk dengan mengirimkan pasukan dan amunisi untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina.

Penguatan hubungan dengan Beijing berlangsung setelah Korea Utara sebelumnya memprioritaskan hubungan dengan Moskow.

Peningkatan kerja sama tersebut menjadi bagian dari dinamika hubungan luar negeri Korea Utara, ketika negara itu terus mengembangkan kemampuan militernya dan menghadapi ketegangan berkepanjangan di Semenanjung Korea.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : The Associated Press

Tag
  • kim jong un
  • korea utara
  • drone
  • drone militer
  • korea selatan
  • pyongyang
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Transaksi Pelanggan Naik 23 Persen, MDIY Raup Laba Rp894 Miliar hingga Kuartal III
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
MK Tolak Gugatan Warga Palangka Raya soal Anggaran Penanggulangan Bencana
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
13 Film Indonesia Adaptasi Novel Terbaik dan Terbaru, Ada Laut Bercerita
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Buruan Beli! Tiket PSM vs Madura United Hanya 4.000 Lembar
• 21 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Membuat Fesyen Lebih Personal Lewat Lukisan Tangan Zenea Lukis
• 58 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.