Bapanas Tegaskan Harga Pangan Tak Boleh Naik selama Nataru 2026 

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bapanas menegaskan harga pangan tidak boleh mengalami kenaikan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Bapanas Tegaskan Harga Pangan Tak Boleh Naik selama Nataru 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan harga pangan tidak boleh mengalami kenaikan selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Pemerintah justru mengharapkan harga pangan turun agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok pada akhir tahun.

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan arahan tersebut sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo Subianto agar harga pangan tetap terkendali selama momentum Nataru.

Baca Juga:
Bapanas Siapkan Subsidi Biaya Angkut Daging ke Daerah

“Prinsipnya Presiden ingin Nataru, Natal dan Tahun Baru, itu tidak boleh ada kenaikan harga pangan. Justru yang diharapkan sebenarnya penurunan harga pangan,” ujarnya dalam keterangan resminya pada Jumat (30/10/2026).

Andriko menegaskan, upaya menjaga harga pangan harus dibarengi dengan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Pemerintah juga akan memperkuat pengawasan untuk mencegah praktik spekulasi harga, khususnya pada komoditas beras.

Baca Juga:
Bapanas Pastikan Stabilitas Beras Premium Usai Beras Fortifikasi Ditarik

“Harus pastikan stabil harganya, stabil pasokannya. Tidak boleh orang mempermainkan harga beras karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Andriko.

Berdasarkan laporan manajerial Perum Bulog per 29 Oktober 2026, stok beras nasional sendiri tercatat mencapai 4.585.074 ton. Jumlah tersebut terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 4.560.508 ton dan stok komersial sebesar 24.565 ton.

Baca Juga:
Buntut Kasus Beras SPHP Oplosan, Mentan Copot Delapan Pejabat Bulog dan Bapanas

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, mengatakan dukungan stok Bulog dan penyaluran beras SPHP menjadi salah satu instrumen penting untuk mencegah kenaikan harga pangan menjelang Nataru.

"Bulog itu kalau misalnya harus mengadakan itu kan punya potensi besar. Stok berasnya lumayan, SPHP-nya cukup banyak, sehingga kita sama-samalah bergerak bareng-bareng supaya di Nataru ini tidak terjadi gejolak harga, khususnya untuk kenaikan," ujar Heru. 
(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sejarah Hari Oeang Republik Indonesia 30 Oktober, Awal Perjalanan Rupiah
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Pemotor Luka-luka Usai Jatuh dari Flyover Pesing Jakbar
• 10 jam laludetik.com
thumb
KPK Usut Peran Ashraff Abu Suami Bupati Pekalongan Fadia dalam Kasus TPPU
• 20 jam laludetik.com
thumb
Aktor Patrick Stewart, Bintang Star Trek dan X-Men, Meninggal Dunia
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
HEBOH! Puluhan Turis Israel Mencuri Cincin hingga Parfum di Lombok, Auto Didenda Rp50 Juta
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.