BI Kantongi US$12 Miliar Valas dari Insentif Swap dan DNDF.

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) berhasil menghimpun hampir US$12 miliar dana valuta asing melalui pemberian insentif lindung nilai atau hedging kepada investor. Kebijakan ini ditempuh untuk memperkuat pasokan dolar AS di pasar domestik sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global.

“Alhamdulillah kita sudah bisa mengumpulkan hampir US$2 miliar yaitu sekitar 2 miliar dalam bentuk DNDF, hampir 10 miliar dalam bentuk swap , nah itu menambah puni puni dolar,” ujar Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Destry menjelaskan, kebijakan insentif tersebut diberikan untuk membuat instrumen investasi di pasar keuangan domestik lebih menarik bagi investor asing. Sebab, dalam kondisi ketidakpastian global saat ini, investor cenderung melakukan lindung nilai untuk mengurangi risiko perubahan nilai tukar.

Melalui transaksi swap, investor asing membawa dolar AS ke Indonesia untuk ditukarkan menjadi rupiah yang kemudian dapat digunakan untuk berinvestasi. Sementara itu, melalui DNDF, investor dapat menjual dolar AS dan mengunci harga pembelian dolar untuk transaksi pada masa mendatang.

Untuk meningkatkan daya tarik kedua instrumen tersebut, BI memberikan potongan biaya lindung nilai. Destry menyebut insentif biaya transaksi swap diberikan dengan diskon hingga 30%, sedangkan untuk DNDF diskonnya ditingkatkan hingga 45% pada Oktober 2026.

Menurut Destry, kebijakan tersebut mulai diterapkan pada Juni dan efektif berjalan sejak Juli 2026. BI kemudian meningkatkan insentif pada Oktober untuk memperkuat daya tarik investasi portofolio di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

“Jadi ini salah satu kebijakan yang inovatif, yang memang kami lakukan, dan lebih targeted,” katanya.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp18.127 per Dolar AS

Baca Juga: Adik Prabowo Sebut Rupiah Bisa Tembus Rp21.000, Kritikus Wanti-wanti Malapetaka Ekonomi RI

Dia menambahkan, strategi tersebut menjadi salah satu alternatif BI dalam menjaga stabilitas rupiah tanpa harus selalu mengandalkan kenaikan suku bunga acuan. Sebab, kenaikan suku bunga memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian, sementara insentif hedging dinilai lebih terarah untuk menarik pasokan valuta asing.

Destry menegaskan, tambahan pasokan dolar melalui instrumen tersebut diharapkan memperkuat likuiditas valuta asing di dalam negeri. Dengan demikian, BI dapat mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemnaker perkuat perencanaan pengawasan untuk lindungi pekerja
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Selain PT Djarum, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kudus Terkait Kasus Bea Cukai
• 16 jam laludetik.com
thumb
Selain Uang Loket Tiap Bulan, Silmy Karim Didakwa Terima Graifikasi Rp33,94 Miliar
• 12 jam lalujpnn.com
thumb
Teladan Bung Hatta untuk Reformasi Birokrasi Indonesia
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Al Riyadh vs Al Qadsiah 0-6 di Liga Pro Saudi 2026/2027: Tijjani Reijnders Hat-trick dan Bawa Timnya ke Puncak Klasemen
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.