Jakarta, VIVA – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas memastikan video rekaman kamera pemantau (CCTV) yang viral di media sosial dengan narasi dugaan percobaan penculikan anak di Desa Sambirata, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tidak benar dan merupakan kesalahpahaman.
Kepala Polresta Banyumas Komisaris Besar Polisi Dhovan Oktavianton mengatakan, kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi, orang tua anak, serta perempuan yang terekam dalam CCTV.
"Setelah dilakukan klarifikasi terhadap para pihak, informasi mengenai dugaan percobaan penculikan tersebut tidak benar dan merupakan kesalahpahaman," katanya didampingi Kepala Kepolisian Sektor Cilongok Ajun Komisaris Polisi Susanto.
Menurut dia, penyelidikan dilakukan personel Polsek Cilongok pada Kamis (29/10/2026), mulai pukul 17.00 WIB hingga 21.40 WIB, menyusul beredarnya video CCTV dengan narasi dugaan penculikan di Grumbul Karanggondang, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok.
Berdasarkan keterangan saksi dan orang tua anak, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika seorang siswi kelas V berinisial ASR (11) pulang sekolah dengan berjalan kaki.
Di tengah perjalanan, seorang perempuan yang mengendarai sepeda motor menawarkan bantuan untuk mengantarkannya pulang.
Oleh karena tidak mengenal perempuan tersebut, ASR menolak tawaran itu. Setelah tiba di depan rumah seorang warga, anak tersebut meminta pertolongan sambil menangis sehingga saksi menghubungi orang tuanya untuk menjemput.
Petugas kemudian menelusuri identitas perempuan yang terekam dalam CCTV melalui keterangan saksi dan pencocokan ciri-ciri kendaraan.
Ia mengatakan perempuan tersebut diketahui berinisial NL alias L, warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok.
Saat dimintai klarifikasi, NL membenarkan bahwa dia merupakan perempuan dalam rekaman tersebut.
“Yang bersangkutan mengaku menawarkan tumpangan karena merasa kasihan melihat anak perempuan berjalan sendirian sepulang sekolah,” katanya.
Setelah tawarannya ditolak, kata dia, NL mengaku langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan Tlaga Kumpe.
Bahkan, NL menegaskan tidak memiliki niat membawa atau menculik anak tersebut serta menyampaikan permohonan maaf kepada petugas dan masyarakat karena tindakannya menjadi viral dengan narasi negatif.
Keluarga anak juga telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada NL atas informasi yang terlanjur beredar dan menimbulkan kesalahpahaman.





