KICK-OFF KOSABANGSA 2026: Sinergi UNM dan Unsulbar Hadirkan Inovasi Teknologi Pirolisis Kemiri untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir Majene

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAJENE – Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir yang tangguh terhadap bencana, program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) 2026 resmi diluncurkan di Desa Onang, Kab Majene. Pada tahun ini, program tersebut mengusung tema “Inovasi dan Teknologi Tepat Guna Pirolisis untuk Pengembangan Produk Hilirisasi Kemiri dalam Peningkatan Pendapatan bagi Masyarakat Pesisir dan Rawan Bencana”.

Peluncuran program strategis ini ditandai dengan kolaborasi lintas institusi pendidikan tinggi. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Dr. Mohammad Wijaya M. dari Universitas Negeri Makassar (UNM) selaku Pendamping Program. Sementara itu, eksekusi lapangan dipimpin oleh Tim Pelaksana dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) yang diketuai oleh Zulkahfi, S.Hut., M.Sc., beranggotakan Dr. Rahmania HM., S.P., M.Si., dan Ikrar Taruna Syah, S.TP., M.Sc. Sinergi ini turut diperkuat oleh keterlibatan enam mahasiswa pilihan dari tiga program studi Unsulbar, yakni Kehutanan, Agribisnis, dan Teknologi Hasil Pertanian.

Program Kosabangsa 2026 di Desa Onang dirancang secara komprehensif melalui empat kegiatan pelatihan utama yang menyasar optimalisasi komoditas lokal kemiri, meliputi: pelatihan pengoperasiaan alat pirolisis dan pembuatan briket arang cangkang kemiri, pelatihan pemurnian asap cair serta teknik aplikasi sebagai pengawet alami ikan, pelatihan pembuatan arang aktif, sabun charcoal, dan antiseptik berbahan dasar arang dan asap cair cangkang kemiri, pelatihan pembuatan minyak kemiri, bumbu dapur, dan lulur berbahan dasar arang aktif cangkang kemiri dan ampas minyak kemiri.
Pada hari pelaksanaan kick-off, antusiasme masyarakat langsung disambut dengan realisasi aksi nyata. Tim pelaksana bersama mahasiswa telah merampungkan agenda pertama, yaitu pelatihan pengoperasian alat pirolisis dan pembuatan briket arang cangkang kemiri, dilanjutkan dengan sebagian agenda keempat berupa pelatihan pembuatan minyak kemiri dan bumbu dapur kemiri. Sisa program inovatif lainnya akan dilanjutkan secara bertahap pada hari berikutnya.

Penerapan teknologi tepat guna ini difokuskan pada dua kelompok masyarakat sasaran di Desa Onang, yakni Kelompok Tani Hutan (KTH) Buttu Baletedong dan Kelompok Nelayan Pallang Pute. Integrasi teknologi pirolisis diharapkan mampu menyerap limbah cangkang kemiri menjadi produk bernilai jual tinggi seperti briket dan pengawet alami ikan, yang secara langsung akan memotong biaya operasional nelayan sekaligus menciptakan diversifikasi produk bagi kelompok tani.

Melalui publikasi dan liputan mendalam dari TVRI, inovasi hilirisasi kemiri ini diharapkan dapat menjadi model percontohan nasional dalam memberdayakan masyarakat pesisir dan rawan bencana melalui intervensi teknologi akademis yang aplikatif, inklusif, dan berkelanjutan. (twk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kenaikan UMP 2027 Jakarta Belum Dibahas, Kapan Diputuskan?
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mendukbangga: Perbaikan Negara Harus Dimulai dari Keluarga, Tugas Saya Mengubah Perilaku
• 22 menit lalukumparan.com
thumb
Sebut Masyarakat Sakit Hati, BEM UI Kritik Prabowo: Jangan Hanya Fokus MBG dan Koperasi Desa | ROSI
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Tertarik Trading di Bursa Komoditi? Pahami Dulu 2 Hal ini!
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KONI-Panitia Evaluasi SOP Keselamatan Atlet Usai 3 Insiden di Porprov Jateng
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.