Cabai Rawit di Halmahera Utara Tembus Rp150 Ribu per Kg, Kemendag Tambah Pasokan

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pengiriman 7 ton cabai rawit tersebut merupakan bagian dari kerja sama distribusi pangan antardaerah yang difasilitasi Kemendag bersama Bank Indonesia.

Cabai Rawit di Halmahera Utara Tembus Rp150 Ribu per Kg, Kemendag Tambah Pasokan. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Harga cabai rawit di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, telah mencapai Rp150 ribu per kg. Merespons tingginya harga tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi pengiriman 7 ton cabai rawit dari Probolinggo, Jawa Timur untuk menambah pasokan.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso atau akrab disapa Busan mengungkap tambahan pasokan diharapkan dapat membantu menstabilkan harga sekaligus mengurangi kesenjangan harga pangan antarwilayah, terutama menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Baca Juga:
Intip Harga Pangan Hari Ini, Cabai Merah hingga Bawang Turun

"Untuk mengatasi kesenjangan harga bapok antarwilayah, Kemendag mendorong kerja sama pasokan antara daerah sentra produksi dan daerah yang membutuhkan. Melalui fasilitasi ini, kami berharap tambahan pasokan dapat menjaga keseimbangan harga, serta memastikan masyarakat memperoleh bapok dengan harga yang terjangkau," ujar Busan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ia menjelaskan, pengiriman 7 ton cabai rawit tersebut merupakan bagian dari kerja sama distribusi pangan antardaerah yang difasilitasi Kemendag bersama Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara. Distribusi juga mendapat dukungan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Baca Juga:
Harga Daging, Gula, Minyak Goreng Naik Hari Ini, Bawang dan Cabai Turun

"Fasilitasi ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga dan kebutuhan pasokan di daerah tujuan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, berharap tambahan pasokan cabai rawit dari Jawa Timur dapat menekan harga yang telah melonjak hingga Rp150 ribu per kg menjadi di bawah Rp100 ribu per kg.

Baca Juga:
Harga Kebutuhan Pokok di Jakarta Melonjak, Cabai Rawit Merah Tembus Rp83.600 per Kg

Menurutnya, pengiriman cabai dari daerah sentra produksi dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperlancar distribusi pangan di Halmahera Utara.

"Pengiriman cabai ini dapat memperlancar distribusi komoditas dari daerah penghasil ke daerah yang membutuhkan. Tambahan pasokan dari Jawa Timur diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menekan harga cabai yang telanjur melonjak," ujar Nyoter.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan kerja sama perdagangan antardaerah menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mengendalikan inflasi.

Upaya tersebut dilakukan dengan mempertemukan daerah yang mengalami harga komoditas tinggi, termasuk di atas harga acuan (HA) atau harga eceran tertinggi (HET), dengan wilayah sentra produksi.

"Semoga kerja sama pengiriman cabai rawit dari Jawa Timur ke Halmahera Utara dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam melaksanakan kerja sama antardaerah (KAD) sebagai salah satu upaya pengendalian inflasi di wilayah masing-masing," kata Iqbal.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Musim Hujan di Jawa Timur Diprakirakan Berlangsung Singkat, Hanya Empat Bulan
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemenpar ajak agen perjalanan garap Labuan Bajo
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Minyak Tertekan, Harapan Damai AS-Iran Redam Risiko Konflik Timur Tengah
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Momentum Sumpah Pemuda, Generasi Muda Tanah Air Didorong Miliki Hunian Lewat Inovasi Pembiayaan
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Menjaga Sawah, Menjaga Masa Depan Pangan
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.