HARIAN.FAJAR.CO.ID, PANGKEP – Di tengah musim kemarau yang membuat sebagian kawasan mulai kehilangan kesegarannya, suasana berbeda justru terasa di area pembibitan PT Semen Tonasa, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene.
Hamparan tanaman hijau dan rindangnya pepohonan menyambut langkah FAJAR saat memasuki kawasan tersebut. Deretan bibit tanaman yang tumbuh subur dalam polybag menghadirkan pemandangan asri.
Beragam jenis tanaman buah tampak menghiasi area pembibitan. Pisang cavendish, mangga, hingga aneka tanaman buah lainnya tersusun berjajar rapi. Daun-daun yang tumbuh dan dominasi warna hijau menciptakan suasana teduh sekaligus menyejukkan mata. Pemandangan ini terasa kontras dengan kondisi lingkungan di luar kawasan pembibitan yang mulai diwarnai teriknya matahari musim kemarau.
Di antara deretan tanaman tersebut, seorang petugas mengenakan alat pelindung diri (APD) tampak telaten memeriksa kondisi bibit sembari melakukan pencatatan. Di sisi lainnya, tanaman pisang tumbuh dalam wadah pembibitan dengan daun-daun yang mulai berkembang.
Aktivitas itu menggambarkan bahwa upaya penghijauan tidak semata-mata dimulai ketika tanaman ditanam di lahan, tetapi juga melalui proses pembibitan, perawatan, dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dari kawasan inilah bibit-bibit tanaman dipersiapkan sebelum dikembangkan di lahan reklamasi bekas tambang. Setiap tanaman yang dirawat menjadi bagian dari proses panjang pemulihan lingkungan, sekaligus memperlihatkan bahwa upaya menghadirkan kembali ruang hijau membutuhkan persiapan dan ketekunan sejak tahap awal.
Senior Manager of Mine Plan PT Semen Tonasa, Dwi Catur Yanuari, menjelaskan bahwa perusahaan secara konsisten menyusun rencana reklamasi dan laporan reklamasi setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Lebih dari sekadar tempat menumbuhkan tanaman, kawasan pembibitan ini menjadi salah satu bagian dari upaya transformasi hijau PT Semen Tonasa dalam mengelola kembali lahan bekas tambang. Melalui penyiapan berbagai jenis bibit, perusahaan membangun fondasi bagi proses reklamasi dan pemulihan lingkungan, sehingga lahan yang telah dimanfaatkan untuk kegiatan pertambangan dapat kembali dikembangkan menjadi kawasan yang lebih hijau dan memiliki nilai manfaat,” bebernya.
Transformasi hijau tersebut mencerminkan perubahan pendekatan dalam memandang lahan pascatambang. Lahan tidak hanya dilihat dari aktivitas produksi yang pernah berlangsung di atasnya, tetapi juga dari potensi untuk dipulihkan dan dimanfaatkan kembali.
“Dalam proses itu, pembibitan menjadi tahapan penting karena keberhasilan penghijauan membutuhkan tanaman yang dipersiapkan dan dirawat sebelum dikembangkan di area reklamasi,” ujarnya.
Pelaksanaan reklamasi tersebut mengacu pada Kepmen ESDM tentang Pedoman Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang serta Pascaoperasi pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, serta Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari program pemulihan lingkungan perusahaan meliputi lahan bekas tambang batu kapur, lahan bekas tambang tanah liat Bontoa di Kawasan Tonasa II, serta kawasan bekas tambang Tonasa 1.
Katanya, aktivitas tersebut memperlihatkan proses penghijauan yang tidak berhenti pada penanaman, tetapi dimulai dari pemeliharaan dan penyiapan bibit agar siap dikembangkan di lahan reklamasi bekas tambang.
“Program reklamasi yang dijalankan pun tidak terbatas pada penanaman kembali vegetasi. Perusahaan mengembangkan sejumlah pendekatan, di antaranya revegetasi lahan bekas tambang, Reklamasi Bentuk Lain (RBL) melalui penanaman tanaman buah seperti pisang Cavendish dan mangga, serta penerapan Agroforestry Reclamation System,” bebernya.
Selain itu, Semen Tonasa juga menjalankan strategi konservasi keanekaragaman hayati bersama Universitas Hasanuddin (Unhas).
“Serta kegiatan bioreklamasi lahan bekas tambang batu kapur bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” katanya.
Pembibitan Jadi Titik Awal Pemulihan Ekosistem
Salah satu bagian penting dari upaya pemulihan tersebut terlihat melalui kegiatan pembibitan tanaman di kawasan Nursery Keanekaragaman Hayati (Kehati).
Di kawasan ini, berbagai jenis bibit tanaman dipersiapkan untuk mendukung kegiatan penghijauan dan reklamasi. Penghitungan jumlah bibit juga menjadi bagian dari pemantauan ketersediaan tanaman yang akan digunakan dalam program penanaman.
Pembibitan mencakup tanaman kehutanan, tanaman buah, sayuran, hingga tanaman langka. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kegiatan reklamasi memiliki dukungan bibit yang memadai, sekaligus memperkaya jenis vegetasi yang tumbuh di kawasan bekas tambang.
“Tidak hanya berorientasi pada pemulihan tutupan lahan, pengembangan tanaman buah dan sayuran juga membuka peluang pemanfaatan lahan reklamasi secara produktif melalui pendekatan agroforestry,” ucapnya.
Penggunaan pupuk organik, pembuatan pupuk organik, serta riset penanaman berbagai jenis tanaman buah dan sayuran turut menjadi bagian dari inovasi lingkungan yang dikembangkan perusahaan.
Sementara itu, Supervisor of Reclamation PT Semen Tonasa, Bahrul Ulum Syah, menjelaskan bahwa kegiatan reklamasi perusahaan dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan Kementerian ESDM dan Kementerian Kehutanan.
Ia menggambarkan bahwa upaya pemulihan lahan bekas tambang, khususnya di kawasan Bontoa, tidak hanya diarahkan untuk mengembalikan kondisi lingkungan, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah pertambangan.
“Di kawasan tersebut, masyarakat tetap menjalankan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, seperti memelihara ternak sapi serta mengembangkan tanaman sayuran dan buah-buahan. Kegiatan pembibitan juga dilakukan di kawasan Kehati yang berada di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Minasatene,” bebernya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa reklamasi dapat dikembangkan sebagai ruang yang tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memberikan nilai manfaat bagi masyarakat sekitar.
Dari Reklamasi Menuju Konservasi Keanekaragaman Hayati
Lebih jauh, upaya pemulihan lingkungan PT Semen Tonasa diarahkan pada perlindungan keanekaragaman hayati.
“Berbagai inovasi dilakukan untuk memperkuat kualitas reklamasi, termasuk pengembangan tanaman lokal, tanaman langka, tanaman hutan, serta tanaman produktif,” katanya.
Komitmen terhadap perlindungan lingkungan tersebut juga tercermin melalui berbagai inovasi yang mendukung pencapaian PROPER Hijau, di antaranya kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan pupuk organik, pembibitan tanaman, serta pengembangan riset agroforestri.
“Pendekatan ini menjadi penting karena keberhasilan reklamasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari kemampuan kawasan tersebut untuk kembali mendukung kehidupan berbagai jenis flora dan fauna serta memberikan manfaat berkelanjutan,” paparnya.
Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset, Semen Tonasa juga disebut berupaya memperkuat pendekatan ilmiah dalam pelaksanaan reklamasi. Kerja sama dengan Unhas dalam strategi konservasi keanekaragaman hayati dan BRIN dalam kegiatan bioreklamasi menjadi bagian dari langkah tersebut.
“Pada akhirnya, pemulihan lahan bekas tambang membutuhkan proses panjang, konsistensi, dan keterlibatan berbagai pihak. Pembibitan tanaman, revegetasi, agroforestri, hingga pemberdayaan masyarakat merupakan rangkaian upaya yang saling mendukung untuk membangun kembali fungsi lingkungan,” tuturnya.
Bagi PT Semen Tonasa, keberlanjutan industri tidak cukup hanya diukur dari kapasitas produksi dan pemanfaatan sumber daya alam. Ada tanggung jawab lain yang harus berjalan beriringan, yakni memastikan lahan yang telah dimanfaatkan tetap memiliki masa depan.
“Dari kawasan bekas tambang hingga nursery keanekaragaman hayati di Bontoa, upaya tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas industri dan pemulihan lingkungan dapat berjalan berdampingan. Ini juga sebagai komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa setelah aktivitas penambangan berakhir, kehidupan di atas lahan tersebut tetap dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” bebernya, Jumat, 30 Oktober 2026.(fit)





