Menkes Soroti Layanan Kesehatan Dunia: Harga Tidak Transparan, Selisih Bisa Jauh

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya perbedaan biaya layanan kesehatan antarnegara. Ia mencontohkan biaya operasi usus buntu di Amerika Serikat (AS) yang disebut bisa mencapai 30 kali lipat dibandingkan Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam agenda Pertemuan Nasional Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) di Swissotel Jakarta PIK Avenue, Jakarta Utara, Jumat (30/10).

Budi membeberkan, biaya operasi usus buntu di AS dapat mencapai 15.000 dolar AS. Sementara itu, biaya operasi serupa di Jepang sekitar 5.000 dolar AS, sedangkan di Indonesia diperkirakan sekitar 500 dolar AS.

“Kalau kita bicara mengenai operasi usus buntu aja. Operasi usus buntu di Amerika bisa 15.000 dolar. Di Jepang 5.000 dolar,” kata Budi.

“Di Indonesia nggak tau 500 dolar kali ya unit cost-nya tuh. Jadi bisa sampai 20 kali lipat 30 kali lipat. Enggak mungkin terjadi di industri lain itu perbedaan harga yang demikian tinggi ya,” lanjutnya.

Menurut Budi, perbedaan biaya layanan kesehatan antarnegara tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi harga. Ia menilai, harga layanan kesehatan dapat memiliki selisih sangat besar dibandingkan produk dan jasa di industri lain.

“Ini adalah industri yang harga itu sangat tidak transparan ya dan perbedaannya bisa luar biasa jauh,” bebernya.

Budi bandingkan biaya kesehatan dengan industri lain

Budi membandingkan perbedaan harga di sektor kesehatan dengan industri perbankan dan produk konsumsi. Ia mengatakan, perbedaan nilai tukar mata uang di berbagai negara umumnya tidak terlalu besar. Begitu pula harga produk yang sama.

“Kalau saya datang dari industri perbankan kalau kita mau nuker rupiah ke Euro gitu saya baru kembali dari Eropa bedanya paling 5%, kita lakukannya mau di London mau lakukannya di Singapura mau, kan di Indonesia rate itu nggak bisa lari 5% 10%,” ujar dia.

“Saya juga di sana minum Starbucks ya Starbucks itu bedanya harganya 25% 30% gitu ya. Tapi kalau kita bicara mengenai operasi usus buntu aja,” tambah Budi.

Karena itu, Budi menekankan pentingnya keterjangkauan biaya dalam penyelenggaraan layanan kesehatan. Menurut dia, selain harga, akses dan mutu pelayanan juga harus menjadi perhatian.

“Jadi nomor satu memang akses kepada layanan kesehatan itu penting sekali. Kedua kemudian mutu atau patient safety ini dan yang ketiga mengenai harganya juga harus terjangkau,” terangnya.

Ia berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan terjangkau.

“Yang penting adalah tujuan kita harus bener ya bahwa kalau tujuan kita ingin memberikan layanan kesehatan yang aksesnya mudah kualitasnya bagus dan harga terjangkau bagi masyarakat, kalau kita merasa itu bener ya kita jalanin aja,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buka Akses ke Pasar Saham AS, BEI Siapkan Mitigasi Risiko Kurs
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Menteri PKP Konsultasi dengan BPKP, Bahas 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan KPR Subsidi
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Pemkot Surabaya Tegur Kepala SDN Manukan Wetan IV soal Dugaan Iuran Perpisahan Rp300 Ribu
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo Beri Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games-Asian Para Games Jepang, Ini Pesannya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal KRL Hari Ini 30 Oktober 2026 Rute JIS-Jakarta Kota, Cek Sebelum Berangkat
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.