Melepasliarkan Orangutan Korban Kebakaran Hutan

kompas.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jauh di dalam hutan Kalimantan, tepatnya di Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, para pegiat konservasi berjibaku menembus lebatnya pepohonan, terjalnya medan, hingga derasnya arus sungai, Kamis (29/10/2026). Dibantu masyarakat, pegiat konservasi dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) tersebut tengah menuju satu lokasi untuk melepaskan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus). Orangutan yang dilepasnya berkelamin betina bernama Mama Angelo dan seekor anaknya berkelamin jantan bernama Angelo.

Kedua orangutan tersebut merupakan bagian dari sembilan orangutan yang diselamatkan dari kebakaran hutan hebat yang melanda habitat mereka di Ketapang, Kalimantan Barat, pada bulan Agustus dan September 2026.

Menggunakan kandang berbahan logam, orangutan tersebut dibawa. Dari tempat rehabilitasi, orangutan tersebut dibawa menggunakan mobil hingga lokasi yang sudah tidak bisa lagi dilewati kendaraan. Dari titik terjauh yang bisa dijangkau kendaraan tersebut, orangutan dibawa dengan cara memanggul kandang. Sebanyak empat orang bergantian membawa orangutan menembus hutan.

Saat harus melewati sungai, kandang orangutan dinaikkan ke atas perahu yang sudah disiapkan. Sisi kanan dan kiri kandang dipasangi pelampung untuk antisipasi jika terjadi sesuatu selama perjalanan.

Mobil Pembawa Orangutan. AFP/Ilham Pratama

Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan YIARI. AFP/Ilham Pratama

Melewati Jalanan Terjak. AFP/Ilham Pratama

Memasang Pelampung pada Kandang. AFP/Ilham Pratama

Perjalanan pelepasliaran orangutan tersebut juga didampingi seorang dokter hewan dari YIARI. Namanya dokter Ishma Maula. Dokter Ishma memantau kondisi orangutan selama perjalanan. Ishma juga memastikan kondisi orangutan sehat sebelum benar-benar dilepaskan ke hutan.

Sampai di lokasi yang telah ditentukan, Ishma sekali lagi memeriksa kondisi orangutan. Setelah yakin tidak ada masalah, Ishma meminta petugas lain untuk membuka pintu kandang. Setelah pintu kandang terbuka, orangutan tersebut segera memanjat pohon tinggi dan menghilang di tengah rimbun dan lebatnya pepohonan. (AFP)

Baca JugaKisah Novita, Orangutan Kecil yang Terjebak Kebakaran Besar
Baca JugaKebakaran Hutan, Pukulan Terakhir bagi Orangutan Indonesia
Baca JugaBagaimana Karhutla Mengancam Orangutan dan Habitatnya?
Baca JugaKode Merah bagi Orangutan di Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pamit ke Pelanggan, Penampakan Hypermart di Depok Town Square Tutup
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Isyana Ajak 134 Peserta Akademi Keluarga Indonesia Rangkul Remaja Lain
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
TOBA Bukukan Rugi Rp720 Miliar hingga September 2026, Turun 69 Persen
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Gelombang Tinggi 2,5 Meter Intai Perairan Selatan Bali hingga 1 November
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkum Sulbar Harmonisasi Tiga Ranperda Mamuju Cegah Tumpang Tindih Aturan
• 14 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.