Seorang penumpang perempuan bernama Noviyanti melahirkan bayi laki-laki di dalam Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Yogyakarta–Cipendeuy, Jumat (30/10) dini hari. Persalinan berlangsung sesaat sebelum kereta memasuki Stasiun Banjar, sekitar pukul 04.42 WIB.
Bayi tersebut lahir dengan berat sekitar 3 kilogram. Proses persalinan dibantu petugas kereta api dan seorang dokter spesialis kandungan yang kebetulan menjadi penumpang dalam perjalanan tersebut.
Manager Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, ibu dan bayi dalam kondisi sehat setelah persalinan berlangsung di dalam kereta.
“Peristiwa ini menjadi bukti bahwa petugas KAI senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa KA, termasuk dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Kami bersyukur proses persalinan berjalan lancar, Ibu Noviyanti dalam kondisi sehat, dan bayi laki-laki yang dilahirkan juga sehat,” ujar Kuswardojo dalam keterangannya, Jumat (30/10).
Melahirkan di Kereta Sebelum Tiba di Stasiun BanjarKuswardojo menjelaskan, kejadian bermula ketika Noviyanti melaporkan kepada awak kereta bahwa dirinya mengalami kontraksi dan air ketubannya telah pecah. Petugas kemudian membawanya ke kereta makan untuk mendapatkan pertolongan.
Beruntung, terdapat seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan dalam perjalanan tersebut. Dokter itu kemudian membantu proses persalinan bersama petugas kereta hingga bayi berhasil dilahirkan.
Setelah persalinan selesai, Noviyanti bersama pendampingnya, Andika, turun di Stasiun Banjar untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Ibu dan bayi tersebut kemudian dibawa ke RS Duta Mulya Majenang.
Dokter spesialis kandungan yang membantu persalinan di dalam kereta turut mendampingi perjalanan mereka menuju rumah sakit.
Kuswardojo mengapresiasi kesigapan petugas kereta api dalam memberikan pertolongan. Ia juga berterima kasih kepada dokter dan penumpang lain yang menunjukkan kepedulian dalam situasi darurat tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas KA dan dokter yang telah membantu proses persalinan Ibu Noviyanti. Kami juga mengapresiasi kepedulian pengguna jasa lainnya. Sinergi dan kepedulian seperti ini sangat berarti dalam memberikan pertolongan kepada sesama, khususnya dalam situasi darurat,” tambah Kuswardojo.
KAI Ingatkan Ketentuan Perjalanan bagi Ibu HamilDi luar kejadian tersebut, KAI Daop 2 Bandung mengingatkan penumpang perempuan yang sedang hamil agar memperhatikan ketentuan sebelum bepergian menggunakan kereta api. Hal ini diperlukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan ibu maupun bayi dalam kandungan.
Berdasarkan ketentuan KAI yang disampaikan dalam keterangan tersebut, ibu hamil diperbolehkan melakukan perjalanan menggunakan kereta api jika usia kehamilannya berada pada rentang 14 hingga 28 minggu. Sementara itu, penumpang dengan usia kehamilan di luar rentang tersebut wajib memenuhi persyaratan tambahan.
Persyaratan itu meliputi kondisi ibu dan kandungan yang sehat serta tidak mengalami kelainan. Penumpang juga wajib didampingi minimal satu orang dewasa dan membawa surat keterangan sehat dari dokter atau bidan.
Surat tersebut harus mencantumkan usia kehamilan saat pemeriksaan, kondisi kandungan yang dinyatakan sehat, serta keterangan bahwa tidak terdapat kelainan.
Kuswardojo mengimbau calon penumpang yang sedang hamil untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Ia juga menyarankan agar kondisi kehamilan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter atau bidan.
“Kami mengimbau ibu hamil untuk selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan sebelum melakukan perjalanan. Pastikan kondisi ibu dan bayi dalam kandungan sehat, memenuhi ketentuan perjalanan, serta tidak ragu untuk segera menghubungi petugas KA apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan,” tutup Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung menyatakan akan terus memberikan pelayanan yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh penumpang, termasuk ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus selama perjalanan.





