Tren Edit Foto Anak Pakai AI, Orang Tua Perlu Waspadai Risiko Privasi

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tren mengedit foto menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tengah ramai di media sosial. Tak sedikit orang tua yang ikut mencoba berbagai aplikasi AI untuk mengubah foto anak menjadi gambar dengan tampilan unik. Namun, sebelum mengikuti tren ini, ada risiko privasi yang perlu diperhatikan.

Foto anak yang diunggah ke aplikasi AI berpotensi disimpan atau digunakan kembali, bergantung pada kebijakan dan praktik pengelolaan data masing-masing layanan. Jika disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, foto tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk membuat gambar atau video palsu (deepfake).

Foto Anak yang Diunggah ke AI Berisiko Disalahgunakan

Menggunakan layanan AI yang sudah dikenal bukan berarti data pribadi otomatis bebas dari risiko. Ya, Moms, karena setiap layanan memiliki ketentuan berbeda mengenai penyimpanan, penggunaan, dan pemrosesan data yang diunggah pengguna.

Wakil Ketua Umum 2 Cyber Security APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional), Alfons Tanujaya, mengingatkan bahwa orang tua perlu memperhatikan kebijakan pengelolaan data pada layanan AI yang digunakan.

“Layanan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Anthropic, sudah memiliki standar pengelolaan data. Namun, itu tidak menjamin data yang diunggah tidak digunakan untuk melatih AI, karena hal tersebut bergantung pada ketentuan layanannya,” ujar Alfons pada kumparanMOM, Kamis (29/10).

Oleh karena itu, orang tua perlu membaca kebijakan privasi dan ketentuan penggunaan sebelum mengunggah foto anak. Perhatikan pula apakah foto yang diunggah dapat digunakan untuk melatih model AI, berapa lama data disimpan, serta apakah tersedia pilihan untuk mengatur penggunaan data tersebut.

Tips Aman Mengedit Foto Anak Pakai AI

Agar tetap bisa mengikuti tren tanpa mengabaikan privasi anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua:

"Tren edit foto menggunakan AI memang menarik untuk dicoba. Namun, sebelum mengunggah foto anak, orang tua perlu mempertimbangkan risiko privasi dan memahami bagaimana data tersebut akan digunakan. Sebab, menjaga privasi anak juga merupakan bagian dari melindunginya di dunia digital," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendag Ungkap Nasib Ekspor RI Sampai Akhir Tahun, Ada "Senjata Baru"
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BNPB Pacu Modifikasi Cuaca di Papua Selatan, Titik Panas Karhutla Berkurang
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Game RPG Ini Ditunda Rilis Gegara Persiapan Peluncuran GTA 6
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
BSU 2026 Cair November-Desember? Ini Update dari Kemnaker
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Geledah Kantor PT IPPS Terkait Kasus Transfer Pricing PT TPL
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.