Triple 80, Strategi Menkes Tekan Kematian Akibat Stroke dan Penyakit Ginjal

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kalangan kesehatan masyarakat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan kesehatan nasional. Ia mendorong perubahan strategi dari mengobati orang sakit menjadi menjaga masyarakat tetap sehat.

Melalui strategi Triple 80, pemerintah menargetkan penurunan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular, stroke, dan ginjal hingga 80 persen.

Advertisement

BACA JUGA: Menkes Ungkap 3 Dampak Abu Anak Krakatau dan Cara Mencegahnya

Budi menilai, pendekatan yang terlalu bertumpu pada rumah sakit, dokter spesialis, obat-obatan, dan alat kesehatan mahal akan membuat pembiayaan kesehatan semakin berat. Karena itu, pencegahan dan pengendalian faktor risiko perlu menjadi prioritas.

“Saya ingin menghimbau teman-teman di kesehatan masyarakat. Kesempatannya sekarang sangat besar untuk teman-teman kesehatan masyarakat lebih berani, lebih percaya diri untuk take the lead di sektor kesehatan di Indonesia,” kata Budi saat memaparkan materi dalam Kongres Nasional (KONAS) XVI dan Forum Ilmiah Tahunan (FIT) XII Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Gedung Nusantara V, Kompleks MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Budi mengaku sangat percaya pada peran kesehatan masyarakat. Pandangannya tersebut, kata dia, turut dipengaruhi latar belakangnya di bidang keuangan yang terbiasa melihat perbandingan antara biaya dan hasil.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang memiliki usia harapan hidup sekitar 79 tahun, dengan belanja kesehatan per kapita mencapai 11.900 dolar AS per tahun.

Sementara itu, Panama dan Kuba disebut memiliki usia harapan hidup serupa dengan belanja kesehatan sekitar 1.900 dolar AS per kapita.

“Daripada saya keluarin 11.900 dolar per tahun untuk bayar rumah sakit, apotek, dokter di Amerika, mendingan saya pindah ke Panama, Kuba. Bayarnya 1.900, 10.000-nya bisa saya pakai setiap tahun liburan ke Bali,” ujar Budi.

Budi kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan Jepang. Negara itu memiliki usia harapan hidup sekitar 84 tahun, dengan belanja kesehatan per kapita sekitar 5.500 dolar AS.

Singapura juga memiliki usia harapan hidup sekitar 84 tahun, dengan belanja kesehatan per kapita sekitar 3.300 dolar AS.

“Kenapa Jepang lebih hemat daripada Amerika, usia lebih panjang? Karena strateginya di Jepang adalah menjaga masyarakatnya sehat, bukan mengobati saat sakit, Bapak, Ibu. Singapura menjaga masyarakatnya sehat, bukan hanya mengobati saat sakit,” tegasnya.

 

Ini Kunci Menkes Pangkas Kematian Jantung dan Stroke 80 Persen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga Daya Saing Pertambangan di Tengah Dinamika Kebijakan
• 19 jam lalukompas.id
thumb
BKPM Jajaki Potensi Investasi Strategis Industri Hulu-Hilir di Azerbaijan
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Uang Klik, Saham Rp 31 M, hingga Kuliah S3: Isi Dakwaan Silmy Karim
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Sukses di Persib, Federico Barba Malah Menghilang dari Skuad Palermo dalam 4 Laga Beruntun, Ada Apa?
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Singgung Komitmen Prabowo, Budiman: Program Beliau Persis Seperti Mimpi Kami 40 Tahun Lalu
• 18 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.