Rugi RAAM melonjak 231 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp20,29 miliar.
IDXChannel - PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) membukukan rugi bersih setelah pajak Rp67,25 miliar pada sembilan bulan pertama 2026.
Rugi RAAM melonjak 231 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp20,29 miliar. Namun, perseroan masih mencatatkan kenaikan pendapatan 32 persen menjadi sebesar Rp191,49 miliar.
Chief Financial Officer RAAM Vikas Sharma mengatakan, bisnis film menjadi salah satu penopang kinerja perseroan hingga September 2026.
"Film menopang sembilan bulan ini, dan Cerita Lila menunjukkan potensi rilisan lokal yang kuat. Kami akan melanjutkannya dengan lebih banyak rilis layar lebar, distribusi pustaka film yang lebih luas, dan jaringan Platinum Cineplex yang lebih besar," ujar Vikas dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (30/10/2026)
Adapun kerugian perseroan berasal dari pos luar biasa berupa pelepasan sebagian kepemilikan saham di PT Ciputra Multivision Nusantara (CMN) sebesar Rp64,8 miliar, serta penghapusan restitusi pajak sekitar Rp2,9 miliar setelah pemeriksaan pajak.
Dia menambahkan, divestasi CMN membuat neraca perseroan menjadi lebih ringan sehingga RAAM memiliki posisi yang lebih baik untuk mengembangkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang.
"Dengan neraca yang lebih ringan setelah divestasi CMN, kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk terus menumbuhkan bisnis film pada kuartal-kuartal mendatang," tutur dia.
Tanpa memperhitungkan kedua pos tersebut, RAAM mencatatkan laba setelah pajak yang disesuaikan (adjusted profit after tax) sebesar Rp456,02 juta. Capaian ini berbalik positif dibandingkan rugi setelah pajak yang disesuaikan sebesar Rp81,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain itu, EBITDA RAAM berbalik positif menjadi Rp24,54 miliar dari sebelumnya negatif Rp48,91 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Margin EBITDA juga membaik menjadi positif 13 persen, dibandingkan negatif 34 persen pada periode yang sama tahun lalu.
(DESI ANGRIANI)





