Ponorogo: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong generasi muda Kabupaten Ponorogo mengembangkan kreativitas, inovasi, dan potensi lokal. Generasi muda juga diajak membaca peluang menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kemandirian ekonomi.
Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Polorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Jatim). Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, serta berbagai unsur masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Ibas menegaskan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang besar, khususnya dari kalangan generasi muda. Potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan keterampilan, keberanian berinovasi, serta kemampuan membaca peluang ekonomi yang terus berkembang.
"Anak-anak muda kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Kita juga harus mulai berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan, membangun usaha, dan mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita menjadi sumber penghasilan," ujar Ibas dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurut dia, tantangan mendapatkan pekerjaan formal saat ini semakin besar seiring dengan persaingan di tengah bonus demografi. Generasi muda perlu memiliki alternatif dan kemampuan untuk membangun peluang ekonomi secara mandiri, salah satunya melalui pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Baca Juga :
Jejak 3 Pahlawan Termuda IndonesiaSalah satu potensi unggulannya ialah Reog Ponorogo yang telah mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut tidak hanya harus dijaga kelestariannya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber inspirasi dan peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau kalian mencintai Reog dan kesenian Warok, promosikan kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia bahwa Reog berasal dari Ponorogo. Begitu juga dengan potensi kuliner, kopi, produk UMKM, hingga durian Ngebel. Semua bisa dikemas menjadi konten kreatif yang menarik dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa. Menggali Potensi Industri Kreatif Ibas yang juga menaruh perhatian pada pengembangan industri kreatif, termasuk musik dan film, mengajak generasi muda yang memiliki minat di bidang perfilman, fotografi, dan industri digital untuk terus meningkatkan kemampuan. Menurutnya, industri kreatif memiliki rantai ekonomi yang luas dan mampu membuka berbagai jenis pekerjaan.
Dalam industri perfilman, misalnya, dibutuhkan penulis cerita, aktor, kameramen, editor, hingga berbagai tenaga pendukung produksi. Sementara, bidang fotografi dapat dikembangkan melalui jasa dokumentasi pernikahan, kegiatan masyarakat, maupun berbagai acara pemerintahan dan komunitas.
"Menjadi content creator juga bisa menghasilkan pendapatan. Apalagi jika kita mampu menciptakan konten yang positif, menarik, dan memiliki nilai jual. Kita harus mulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita, dari potensi yang ada di daerah sendiri," ungkap Ibas.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menekankan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat. Dukungan tersebut diperlukan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan keterampilan, promosi, serta perluasan akses pemasaran.
Sebagai wakil rakyat, Ibas menyampaikan bahwa pemerintah perlu terus didorong agar menghadirkan kebijakan dan membuka peluang industri baru yang sesuai dengan kebutuhan serta karakter generasi muda. Dengan demikian, sektor ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu alternatif dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Menjaga Semangat Sumpah Pemuda untuk Berkarya Ibas turut mengingatkan pentingnya semangat Sumpah Pemuda sebagai inspirasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan pantang menyerah. Ia mengajak generasi muda Ponorogo untuk berani memiliki cita-cita besar, baik menjadi pengusaha, guru, dokter, kreator konten, seniman, maupun profesi lainnya.
Menurut Ibas, setiap cita-cita dapat diwujudkan melalui proses belajar, kerja keras, konsistensi, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kekompakan, kerukunan, dan keguyuban dalam membangun daerah.
“Ponorogo memiliki banyak potensi dan generasi muda yang luar biasa. Mari kita jaga kebersamaan, perkuat kreativitas, dan manfaatkan setiap peluang yang ada. Kita ingin anak-anak muda Ponorogo semakin maju, mandiri, produktif, dan pada akhirnya semakin sejahtera," ungkapnya.




