Tutup Akademi Keluarga Indonesia 2026, Wamen Isyana Sebut PIK-R sebagai Ruang Konseling Remaja

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Tutup Akademi Keluarga Indonesia 2026, Wamen Isyana Sebut PIK-R sebagai Ruang Konseling RemajaNasional | sindonews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 21:09

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menutup kegiatan Akademi Keluarga Indonesia 2026 angkatan kedua. Penutupan dilakukan di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kegiatan Akademi Keluarga Indonesia berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 134 siswa serta 67 kepala sekolah menengah atas/sederajat dari 34 Provinsi di Indonesia.

“Saya sangat meyakini seluruh peserta di sini adalah anak-anak yang tangguh, memiliki kemampuan yang luar biasa, tapi yang perlu kita ingat adalah masih banyak rekan-rekan kita yang belum memiliki keberuntungan yang sama seperti kita, bisa mengikuti agenda seperti Akademi Keluarga Indonesia ini," ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga:Saksi Pemohon Gugatan Ijazah Gibran Ditanya Verifikasi saat 2009, Ini Jawabannya

Baca juga: Aliansi Rakyat Menggugat Tantang Kuasa Hukum Buktikan Ijazah Gibran di PTUN Hari Ini

Isyana mengimbau agar peserta bisa merangkul remaja-remaja lain yang mungkin memiliki permasalahan sehingga bisa mendapatkan solusi dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

PIK-R merupakan wadah kegiatan yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberikan akses informasi, pelatihan dan konseling tentang Perencanaan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR). Adapun PIK-R menjadi salah satu kriteria dalam mengikuti Akademi Keluarga Indonesia, yaitu sekolah berstatus Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan/atau memiliki PIK-R.

Dalam PIK-R juga dikembangkan peran pendidik sebaya dan konselor sebaya yang telah mendapatkan pelatihan, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan mendengarkan, memahami batas kemampuannya, menjaga privasi secara bertanggung jawab, dan mengenali kapan harus meminta bantuan orang dewasa atau tenaga profesional.

Isyana juga mendorong para remaja untuk tidak perlu malu dan tidak takut untuk mengakui jika memerlukan bantuan, bahkan dari tenaga profesional, karena melalui pertolongan tersebut para remaja dapat memperoleh solusi yang tepat.

Baca Juga:Gunung Marapi Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Guyur Tanah Datar

"Bimbingan dari para kepala sekolah juga sangat penting, dan berharap sekolah dapat menyelenggarakan PIK-R karena dinilai sangat dibutuhkan oleh para remaja dengan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat serta keberadaan media sosial," ujarnya. Isyana berpesan kepada seluruh peserta agar materi yang diterima dari Akademi Keluarga Indonesia Tahun 2026 dapat disebarluaskan dan diinformasikan kepada para remaja lain, baik di sekolah maupun di komunitas masing-masing, sehingga anak-anak muda dapat mengisi peluang jendela bonus demografi di Indonesia dan menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

Salah satu peserta Akademi Keluarga Indonesia 2026 yang merupakan Kepala SMA Negeri Keguruan Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya Ririn Sri Rahayu mengungkapkan kebahagiaan atas keikutsertaan dalam kegiatan tersebut dan merasa acara ini sangat bermanfaat untuk masa depan para siswa karena terdapat pembahasan materi empat pilar yang saling melengkapi yakni Karakter dan Kesiapan Berkeluarga, Ekologi Kependudukan, Literasi dan Etika Digital, serta Optimalisasi Bonus Demografi.

Baca Juga:Badan Geologi Jelaskan Proses Munculnya Blue Fire di Kawah Gunung Papandayan

Di samping itu, materi lain yang diperoleh para peserta, antara lain tentang pengelolaan kesehatan jiwa, pembangunan karakter dan bela negara untuk para siswa, serta sharing session tentang integrasi kurikulum Akademi Keluarga Indonesia dan penjelasan rencana tindak lanjut bagi para kepala sekolah.

“Sangat bahagia dan excited karena dari Papua sampai Aceh saya dapat banyak teman, dan gak menyangka dapat Juara 1. Setelah dari sini, saya akan berikan dampak berupa edukasi dan aksi nyata untuk teman-teman di sekolah,” ujar Peserta Terbaik Aisyah Latif MAN 1 Padang Panjang.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gokil! IMOS 2026 Bakal Lebih Ramai karena Ada 15 Merek Motor
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Berburu Jajanan Promo di JPM Dukuh Atas, Ada Cashback BRImo 20%
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Imbau Jakmania Tak Datang ke BIS Saat Dewa United Vs Persija
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kemendagri Dorong Harmonisasi Produk Hukum Daerah dan Percepatan Pembentukan Satgas MBG
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Hukum, dari demo ricuh di Malioboro hingga dakwaan Silmy Karim
• 17 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.