Banyak Kebutuhan Mendesak, Menkeu: Hampis Rp200 T Kita Geser-geser!

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter & Fiskal di Ruang Konferensi Pers, Gedung Thamrin Lantai 1, Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan telah menggeser sekitar Rp200 triliun sebagai strategi dalam mengoptimalkan anggaran APBN agar mampu menjalankan roda ekonomi Indonesia.

"Dalam skala belanja Rp3.843 triliun, itu mungkin sekarang sudah hampir Rp200 triliun yang kita geser-geser," ungkap Suahasil dalam Rapimnas KADIN di Hotel Borobudur, Jakarta pada Jumat (30/10/2026).


Baca: Bos BGN Bongkar Modus Dapur MBG Dibangun Ketengan-Pakai APBN

Suahasil mengatakan bahwa strategi utak-atik anggaran tidak lepas dari beban belanja negara yang meningkat, terutama seiring tekanan akibat gejolak politik hingga berbagai bencana yang menimpa Indonesia.

Suahasil menyebutnya sebagai unprecedented event yang tidak pernah dibayangkan.

"Kita gak pernah rencanakan. Kita tidak pernah anggarkan namanya bencana alam bencana alam sampai dengan saat ini, termasuk Karhutla yang kita harus tangani saat ini," ujarnya

Suahasil mengatakan bahwa paling tidak pemerintah sudah menggelontorkan dana tambahan anggaran sekitar Rp60 triliun sendiri untuk menangani bencana.

Sementara tekanan eksternal membuat pemerintah harus membayar subsidi dan kompensasi energi, termasuk bahan bakar minyak lebih mahal.

Seperti diberitakan sebelumnya, realisasi subsidi dan kompensasi hingga akhir September 2026 mencapai Rp376,8 triliun. Nilai ini setara dengan 84,3% dari alokasi subsidi dan kompensasi dalam APBN. Angka ini pun lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu

Karena itu, Suahasil menekankan kebijakan subsidi yang lebih tepat sasaran. Walaupun dalam jangka pendek Menkeu melihat bahwa andil APBN diperlukan menahan harga energi agar gerak ekonomi masih tetap bisa berjalan.

Baca: Efek Rupiah Lemah, Subsidi-Kompensasi Energi Rawan Jebol ke Rp700 T

Hal ini kemudian membuat Outlook belanja negara pada 2026 meningkat dari pagu awal APBN, yakni dari Rp3.843 triliun menjadi Rp3.942 triliun. Pendapatan APBN 2026 pun diperkirakan meningkat menjadi Rp3.208 triliun dari pagu awal Rp3.154 triliun. Begitu juga Defisit 2026 direncanakan mencapai 2,85 persen dari semula 2,68 persen.

"Nah kalau belanja meningkat pendapatan kita harus naik atau kita kombinasikan dengan beberapa anggaran yang awal mesti kita geser. Rumusnya kan cuma dua itu," ungkapnya.


(ras/mij)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dana Asing Rp131 Triliun Mengalir ke Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurikulum bukan ruang promosi program
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Denny Indrayana Walk Out dan Cabut Gugatan Terkait Ijazah Gibran di PTUN Jakarta
• 20 jam lalueranasional.com
thumb
KPK Geledah Enam Perusahaan Terafiliasi PT Djarum
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Ingram Micro Jadi Best Enterprise AI Ecosystem
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Gratiskan Biaya Pendidikan di SMA Taruna Nusantara
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.