Bola.com, Jakarta - GBK melalui Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) resmi memulai tahapan konstruksi penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas lapangan sekaligus merespons tren penyelenggaraan konser musik internasional.
Penguatan struktur diposisikan sebagai strategi agar fasilitas olahraga berstandar internasional tersebut tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan penggunaan stadion untuk berbagai kegiatan, dari olahraga hingga hiburan.
Salah satu pendorongnya adalah tren panggung di tengah lapangan (center stage) pada konser berskala global. Konsep ini membutuhkan struktur panggung dan peralatan produksi berukuran besar yang menambah beban signifikan pada permukaan lapangan.
Saat ini, kapasitas daya dukung lapangan SUGBK berada di kisaran 150–200 kilogram per meter persegi. Beban produksi yang masif berpotensi melampaui kapasitas tersebut dan, jika tidak diantisipasi, bisa merusak struktur lapisan bawah, mengganggu elevasi sistem drainase hingga memicu genangan air, serta memengaruhi kerataan permukaan dan kualitas rumput untuk pertandingan. Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, menegaskan penguatan ini adalah investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas, keamanan, dan daya saing SUGBK di tingkat internasional. “Penguatan struktur ini adalah investasi untuk memastikan bahwa SUGBK tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu mengakomodasi perkembangan kebutuhan penggunaan publik secara global, sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan,” ujar Rakhmadi dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).




