Survei KedaiKOPI: 74,7 Persen Pemuda Indonesia Sulit Cari Kerja

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Pemuda sulit cari kerja (Sumber: Gemini Generate Image)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 74,7 persen pemuda Indonesia menilai mencari pekerjaan di dalam negeri saat ini sulit. Hasil survei Lembaga Survei KedaiKOPI juga mencatat 60,2 persen responden merasa penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Temuan tersebut dipaparkan dalam diskusi hasil survei bertajuk "Menakar Arah Pemuda: Tantangan Ekonomi, Pekerjaan, dan Preferensi Politik Menuju 2029" di Tamarin Hotel Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).

Kepala Riset Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan, rata-rata penilaian responden terhadap kemudahan mencari pekerjaan hanya mencapai 4,29 dari skala 10.

Baca Juga: Fathimah BEM UI Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja Gibran di Depan Budiman Sudjatmiko

"Artinya, sebenarnya mereka bukan enggak mau bekerja. Tapi akses untuk mendapatkan pekerjaan itu sulit di mata para pemuda ini," ucap Ashma.

Koneksi Jadi Hambatan Terbesar Mencari Kerja

Dalam survei tersebut, sebanyak 56 persen responden menyebut kebutuhan koneksi atau orang dalam sebagai hambatan mencari pekerjaan.

Hambatan lainnya adalah keterbatasan lapangan kerja yang disebut oleh 48 persen responden.

Kemudian, sebanyak 41,3 persen responden menyebut persaingan ketat sebagai hambatan. Sementara itu, 39,2 persen menyebut adanya batasan usia.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio turut menyoroti kondisi tersebut.

"Sudah tidak ada orang dalam, ekonominya seperti ini, jadi makin berat," ujarnya.

Baca Juga: Depan Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua BEM UI Fathimah: Pemerintah Terkesan Hanya Fokus 1 Janji, MBG

Ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati menilai temuan mengenai kesulitan mencari pekerjaan tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Ninasapti, tingkat pengangguran secara rata-rata mengalami penurunan, tetapi pengangguran usia muda justru meningkat.

"Jadi, walaupun secara rata-rata pengangguran turun, tapi untuk usia muda naik dari 16 ke 17," kata Ninasapti.

Ninasapti juga menyebut teknologi, persaingan, dan ketidaksesuaian antara kebutuhan dunia kerja dengan kompetensi tenaga kerja sebagai persoalan yang dihadapi pencari kerja.

"Ke depannya, kita harus tahu bahwa ada masalah mismatch," ujar dia.

84,8 Persen Pemuda Sering Kehabisan Uang di Akhir Bulan

Selain kesulitan mencari pekerjaan, survei KedaiKOPI mencatat sejumlah temuan mengenai kondisi keuangan responden.

Sebanyak 60,2 persen responden merasa penghasilannya tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup.

Baca Juga: Karyawan Kena PHK Bisa Dapat Berapa Kali Gaji? Cek Aturan Pesangon

Kemudian, 84,8 persen responden mengaku sering kehabisan uang menjelang akhir bulan.

Survei tersebut juga mencatat 79,6 persen responden belakangan kerap menggunakan tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, sebanyak 43,9 persen responden menyatakan ingin membuka usaha sendiri.

Ninasapti menyambut temuan mengenai keinginan pemuda untuk berwirausaha. Namun, dia mengingatkan kebutuhan modal dalam menjalankan usaha.

"Saya senang melihat hasilnya bahwa ada pemuda ingin buka usaha. Tapi usaha pun ada masalah. Usaha pun harus punya modal, jadi harus ada bantuan," ucapnya.

64,4 Persen Pemuda Khawatir Pekerjaannya Digantikan AI

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan responden terkait masa depan pekerjaan.

Baca Juga: 10 Daftar Provinsi dengan PHK Terbanyak hingga September 2026, Jawa Barat Tertinggi

Sebanyak 64,4 persen responden mengaku khawatir pekerjaannya kelak tergantikan AI.

Meski demikian, baru 7,1 persen responden yang menganggap AI sebagai hambatan mencari pekerjaan saat ini.

Ashma menjelaskan, AI lebih banyak dipandang sebagai ancaman pekerjaan pada masa mendatang dibandingkan hambatan yang dirasakan saat ini.

Perwakilan pemuda, Firdarainy Nurul Izzah, mengatakan kesiapan individu perlu berjalan beriringan dengan kesiapan sistem dunia kerja dan industri.

"Yang penting adalah kita sebagai anak muda siap secara individu, dan sistem yang dibangun dunia kerja dan industri juga siap menyediakan kesempatan yang seadil-adilnya untuk kami semua," ujar Firdarainy.

Survei KedaiKOPI dilakukan secara daring pada 23-29 September 2026 terhadap 1.213 WNI berusia 17-45 tahun dari 36 provinsi.

Responden terdiri atas Gen Z berusia 17-29 tahun dan milenial berusia 30-45 tahun. 

Data dibobotkan menggunakan metode iterative proportional fitting (IPF) berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, agama, wilayah, dan provinsi. 

Baca Juga: Pengangguran Turun, Pemerintah Hadapi Tantangan 87,88 Juta Pekerja Informal

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pemuda Indonesia
  • sulit cari kerja
  • survei KedaiKOPI
  • pengangguran muda
  • kondisi ekonomi
  • kecerdasan buatan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yield SBN Tembus 7,7%, Beban Bunga Utang RI Berpotensi Membengkak
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemendagri Dorong Transformasi Penilaian Kinerja ASN dalam Kebijakan TPP
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Kulit Sedang Iritasi, Hindari 3 Kesalahan Ini agar Tidak Makin Parah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Nova Arianto Semringah dengan Performa Bintang Timnas Indonesia U-20 Amar Brkic di Borneo FC, Awalnya Khawatir Menit Bermain
• 14 jam lalubola.com
thumb
Buntut Penggeledahan ‘Ponpes’ di Sukoharjo, Wagub Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
• 11 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.