Rupiah Masih Berkutat di Rp 18.100-an, Ketegangan Politik Dalam Negeri Turut Beri Tekanan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak pada tren pelemahan dan berkutat di posisi Rp 18.100-an per dolar AS. Pengamat menilai, ketegangan politik dalam negeri yang diwarnai dengan aksi demonstrasi masyarakat di jalan turut menjadi faktor yang menekan Mata Uang Garuda. 

Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 10 poin atau 0,06 persen menuju level Rp 18.147 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026). Rupiah sempat menguat tipis pada perdagangan sebelumnya di posisi Rp 18.137 per dolar AS. Pada pekan ini, rupiah mencapai all time low nyaris menyentuh Rp 18.200 per dolar AS.

Baca Juga
  • MPMX Cetak Laba Rp539 Miliar, Naik 23 Persen
  • Kinerja Indofood Menguat, Laba Usaha Tumbuh 15 Persen
  • Polda Sumbar Utamakan Edukasi Ketimbang Tilang di Operasi Patuh 2026

“(Faktor internal) Ketegangan politik yang terus berlanjut di tengah aksi protes mahasiswa di berbagai kota besar sejak awal Oktober menjadi salah satu faktor yang menambah ketidakpastian ekonomi Indonesia. Aksi demonstrasi tersebut mencerminkan adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk penanganan kebakaran hutan, persoalan lingkungan, serta penggunaan anggaran negara untuk berbagai program pemerintah,” kata Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (30/10/2026). 

Ibrahim menuturkan, oleh karena itu, perkembangan politik ini perlu diperhatikan karena stabilitas politik memiliki hubungan erat dengan kepercayaan investor dan kondisi perekonomian nasional. Pemerintah dinilai perlu membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan masyarakat, mengevaluasi kebijakan yang menjadi tuntutan demonstran, serta menjaga agar aksi penyampaian pendapat berlangsung aman dan kondusif.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Apabila ketegangan politik dapat dikelola dengan baik, kepercayaan investor diharapkan dapat kembali pulih. Sebaliknya, jika situasi terus berlarut-larut, tekanan terhadap rupiah, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), investasi, dan perekonomian Indonesia berpotensi semakin besar,” terangnya.

Di samping itu, ia melanjutkan faktor internal lainnya yang memengaruhi pelemahan rupiah yakni ekspektasi tingkat inflasi yang kemungkinan terkerek. Serta kaitannya dengan keputusan Bank Indonesia (BI) dalam memutuskan kebijakan suku bunga acuannya. 

“Kekhawatiran inflasi semakin meningkat menjelang pengumuman data inflasi Oktober pekan depan. Hal ini menjadi perhatian pelaku pasar karena inflasi yang tinggi dapat memengaruhi keputusan Bank Indonesia dalam menentukan suku bunga. Secara sederhana, jika harga barang dan kebutuhan pokok terus naik, daya beli masyarakat akan melemah. Selain itu, kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan rupiah dapat membuat biaya produksi serta harga barang semakin mahal,” jelasnya. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Bagi-bagi Diskon Pajak Rp632 Triliun Tahun Depan
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Viral 2 Pria Buang Sampah Pakai Mobil Towing Polisi, Polres Ternate Minta Maaf
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Tertekan, BI Tak Tutup Peluang Kerek Suku Bunga
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gokil! IMOS 2026 Bakal Lebih Ramai karena Ada 15 Merek Motor
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
DPR Minta Pemerintah Jamin Hak Siswa Terdampak Karhutla Ikuti TKA Susulan, Ledia Hanifa Ingatkan Jangan Dipaksakan
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.